Dilempari Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata


Kamis, 16 April 2015 - 19:17:45 WIB
Dilempari Massa, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Begitu negosiasi tuntas,  satu satu bangunan yang letaknya terpisah dari bangunan-bangunan lain yang akan dieksekusi mulai dibongkar. Sete­lah itu, petugas eksekusi langsung begerak ke lokasi lain yang berjarak sekitar kurang lebih 20 meter dari lokasi eksekusi pertama.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

Di lokasi ini, sekitar lima bangu­nan yang akan dirobohkan meng­gunakan alat berat. Saat alat berat mendekati bangunan-bangunan itu, tiba-tiba beberapa orang keluarga tergugat menghadang dan meminta proses eksekusi dihentikan. Di antara mereka ada yang menaiki alat berat, ada juga yang tidur meng­halangi jalan alat berat, hingga akhirnya kericuhan atara petugas dengan massa dari pihak terperkara tidak bisa dihindari.

Massa melemparkan batu dan botol kepada petugas yang mencoba menghalangi. Petugas pun tak tinggal diam. Mereka menembakan gas air mata pun untuk menghalau massa. Beberapa orang yang diduga provo­kator dan menghalangi proses ekse­kusi ini diamankan oleh petugas.

Baca Juga : Setelah Ambulance untuk Palestina, Kota Padang Kembali Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta 

Akibat kericuhan ini, lalulintas disekitar lokasi jadi macet parah, selain banyaknya warga yang ingin menyaksikan proses eksekusi, akses jalan menuju indarung juga ditutup petugas karena takut lemparan massa mengenai pengendara jalan.

Menurut pengakuan massa dari pihak tergugat bahwa mereka tidak menerima eksekusi ini karena mere­ka merasa adalah pemilik lahan yang sah, dan mengklaim sudah mem­belinya. “Kami juga memiliki ser­tifikat yang sah dari Badan Perta­nahan Nasional,” teriak salah seo­rang di antara mereka.

Namun, salah seorang dari pihak pemohon eksekusi, Supardi me­nganggap jual beli tersebut tidak sah dan harus dikembalikan kepada pemilik atau ahli waris. Supardi yang mendaftarkan perkara tersebut, memenangkan perkara gugatan dan meminta pihak Pengadilan Negeri Padang untuk segera melaksanakan eksekusi.

Berdasarkan surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Padang tentang pelaksanaan eksekusi No.05/Eks.Pdt/2015 PN.Pdg, dengan nomor perkara No.89/BK/1983 PN Pdg jo. No.33/Pdt.G/1999 PN.Pdg, eksekusi lahan pun tetap dilakukan.

Setelah berhasil menghalau dan menangkap beberapa orang warga yang diduga menghalangi dan mem­provokasi warga lainnya, proses eksekusi akhirnya dilanjutkan hing­ga selesai pada pukul 15.00 WIB.

Sementara, Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Eddisra, menga­takan bahwa akibat kericuhan ini memang ada empat orang yang diamankan. Mereka diduga turut memprovokasi terjadinya keri­cu­han, tapi setelah proses eksekusi selesai dilaksanakan, keempatnya pun dibebabaskan. “Tidak ada kor­ban jiwa maupun luka-luka dalam kerusuhan ini,” pungkas Eddisra kepada Halaun. (h/mg-fds)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]