Imigran Asal Iran Kantongi KTP Pekanbaru


Jumat, 17 April 2015 - 18:29:30 WIB
Imigran Asal Iran Kantongi KTP Pekanbaru

Sementara, di KTP-nya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) : 1471071101870002, tercantum nama Behnam yang lahir di Pekanbaru pada 11 Januari 1987. Dengan alamat Jalan Aur Kuning RT 003 RW 003 Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru. KTP tersebut diterbitkan pada 25 Oktober 2013 dan ditandatangani Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kota Pekanbaru, Zulfikar.

Baca Juga : Pantai Salido Pesisir Selatan jadi Favorit Anak Muda

Dari informasi yang berhasil dihimpun, sang imigran masuk ke Indonesia tahun 2011 di Pontianak, Kalimantan Barat. Behnam kemudian dibawa ke Pekanbaru untuk diamankan di Rudenim Pekanbaru. Sejak tanggal 17 Februari 2014, dirinya diketahui kabur dari Rudenim Pekanbaru dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Passport yang dipegangnya saat ini diduga diperoleh dari Iran, yang dibuatnya setelah berhasil keluar dari Indonesia menuju Iran untuk pengurusan administrasi kependudukannya di negara asal.

Baca Juga : Tempat Wisata Ditutup, Warga Padati Taman Kota Siak

Dengan KTP yang dimilikinya, Behnam diketahui merupakan nasabah asuransi Buana Independen Pekanbaru. Dirinya juga diduga beraktifitas selaku kontraktor dengan menggunakan perusahaan orang lain.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Hendra Wijaya, berjanji akan mendalami perkara ini. Menurutnya, ini merupakan persoalan yang sangat serius. “Kita akan dalami mengapa imigran gelap bisa memperoleh KTP,” ujar Hendra, Jumat (17/4).

Persoalan tersebut, kata Hendra, karena dokumen kependudukan merupakan dokumen resmi yang penerbitannya diatur oleh Undang-undang Kependudukan. “Ini pelanggaran Undang-Undang kependudukan. Disaat warga Indonesia susah melakukan pengurusan KTP, namun dia bisa dapat KTP, ada nomor induk kependudukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Baharuddin selaku Kadisdukcapil Pekanbaru saat ini, mengakui kalau benar KTP yang dimiliki Behnam merupakan KTP yang diterbitkan institusinya. Namun, katanya, setelah dicek di database kependudukan, data Behnam sudah tidak ada lagi. “Kita berharap nanti akan dicari tahu darimana dia dapat KTP itu,” kata Baharuddin saat dihubungi melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Baharuddin tidak bisa memastikan apakah yang bersangkutan benar WNA atau tidak. “Itu kita tidak tahu. Yang jelas, setelah kita cek, tidak ada lagi,” terangnya.

Kepadanya ditanya pula, mengapa Behnam bisa memiliki KTP Pekanbaru, Baharuddin menegaskan kalau saat ini modus penipuan kependudukan semakin marak. “Sudah banyak sekarang cara-cara orang untuk melakukan,” pungkasnya. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]