Pertamina Hentikan Penjualan Premium


Jumat, 17 April 2015 - 18:31:35 WIB
Pertamina Hentikan Penjualan Premium

Sebagai gantinya, Perta­mina akan menjual bensin Ron 90 dengan nama Pertalite. “Harganya tentu akan lebih mahal ketimbang premium,” tandas Ahmad Bambang, Di­rektur Pemasaran Pertamina.

Baca Juga : Digelar dengan Kondisi Khusus, Tahun Ini Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji

Tahap awal, Pertalite hanya akan dijual di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

Adapun, “Premium cuma akan dijual di SPBU di jalur angkutan umum, angkot dan mikrolet di pinggiran kota saja,” ujar Ahmad Kamis (16/4).

Baca Juga : Lonjakan Covid-19 di India Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Disebabkan Varian yang Lebih Menular

Ahmad mengklaim, Perta­lite memiliki kualitas bahan bakar yang lebih baik ketim­bang premium.

Selain menghasilkan suara mesin kendaraan yang halus, Pertamina juga mengklaim bensin baru ini ramah ling­kungan.Untuk mendapatkan Pertalite dengan RON 90, Pertamina harus impor. Tapi, pencampuran atau blending dilakukan di Indonesia.

Sayang, Ahmad enggan membeberkan harga jual Per­talite serta besaran biaya blen­ding Pertalite. “Masih kami kaji dan dihitung,” jelas dia.

Dari informasi yang ada, harga Pertalite lebih murah ketimbang Pertamax.

Hitungan Tim Reformasi Tata Kelola Migas, “Harga Petralite Rp7.500-7.800 per liter, lebih mahal dari pre­mium,” ujar Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Fahmi Radhi, kemarin.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menam­bahkan, Pertalite akan mem­berikan pilihan bagi kon­sumen.

Namun, yang perlu diingat, Pertalite adalah bahan bakar minyak komersial yang tak mendapat subsidi pemerintah. Makanya, harga Pertalite akan berfluktuasi tiap bulan laiknya Pertamax. “Kelak, konsumen ada pilihan, premium yang murah, yang mahal Pertalite, dan yang lebih bagus Perta­max,” ujar Wianda.

Menurutnya, produk baru Pertamina ini juga sudah men­dapat rekomendasi Tim Refor­masi Tata Kelola Migas bebe­rapa bulan lalu. Alasannya: bensin Ron 88 sudah tak dijual lagi di negara manapun.

Tapi, menurut Ketua Unit Pengendalian Kinerja Ke­menterian ESDM Widyawan Prawiraatmadja, Pertamina tak bisa serta merta menyetop penjualan premium di kota besar.

“Penghapusan harus dapat izin dari pemerintah,” ujar dia. Dan, sepengetahuan Widya­wan, pemerintah belum mem­beri lampu hijau keinginan atas Pertamina ini.  (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]