Wabup Minta Petugas Medis Tetap Kunjungi Masyarakat


Ahad, 19 April 2015 - 18:06:31 WIB
Wabup Minta Petugas Medis Tetap Kunjungi Masyarakat

Wakil Bupati Padang Pariaman Drs. H Damsuar, MM, bertindak selaku in­spek­tur upacara menyampaikan, bulan April ini bulan yang sangat bersejarah di bidang kesehatan.

Baca Juga : Penyekatan Dimulai, Ratusan Kendaraan Diputarbalik Saat Hari Pertama

“Saya mengucapkan sela­mat Hari Kesehatan Sedu­nia jatuh pada tanggal 7 April, Hari Anak Balita 8 April, Hari Demam Berdarah 22 April dan Hari Imunisasi jatuh pada tanggal 24 April,” ujar Dam­suar.

Selanjutnya Damsuar me­nyam­paikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya segenap petugas kesehatan di seluruh Kabu­paten Padang Pariaman atas pengabdian kepada masyarakat Padang Pariaman.

Baca Juga : Pascalarangan Mudik, Dua Maskapai Ini masih Beroperasi di BIM

“Saudara-saudara, teru­tama bidan di nagari beserta segenap petugas kesehatan di Puskesmas, Puskesmas pem­bantu, Poskesri dan Polindes terus melakukan pelayanan kesehatan yang selalu mela­kukan kunjungan rumah me­nanyakan, melayani masya­rakat, tiada hari tanpa sila­turahim. Padang Pariaman Sehat (PPS) adalah  paradig­ma sehat dalam pelayanan kesehatan di Padang Pariaman di mana sebelumnya bidan desa dan semua petugas ke­seha­tan lainnya hanya me­nunggu masyarakat di Puskes­mas, sekarang menjemput bola dengan mengunjungi rumah warga setiap harinya, dengan tujuan menanyakan apakah ada keluarga yang yang bermasalah kesehatannya, jika ada lang­sung diobati apabila perlu dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Dia menjelaskan, seluruh biaya ditanggung oleh peme­rintah. Program PPS melibat­kan seluruh pihak dalam men­jang­kau masyarakat yang tak terjangkau dalam pelayanan kesehatan. Seluruh lintas sek­tor ikut berpartisipasi aktif contohnya wali korong, wali nagari, camat berperan dalam pengurusan kepesertaan Jami­nan Kesehatan pada BPJS Kesehatan dan bantuan Badan Amil Zakat.

Jadi si pasien tidak perlu untuk mengurus segala bentuk proses  administrasi. Integrasi pelayanan kesehatan yang ter­diri dari 17 kecamatan, 444 korong/desa, 295 orang bidan puskesmas dan 317 orang bidan di desa dengan total bidan sekitar 612 orang bidan yang tersebar di 25 Puskesmas.

Keterpaduan petugas kese­hatan dengan lintas sektor terkait derajat kesehatan dapat lebih meningkat. PPS telah disosialisasikan dan dilaksa­nakan sejak bulan Juli tahun 2014 yang lalu dan sudah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indone­sia pada tanggal 20 Februari 2015 bersama Bupati Padang Pariaman di IKK Padang Paria­man di Parit Malintang.

Setiap bidan desa yang mengunjungi rumah masyara­kat tersebut dibekali dengan buku kendali yang ditanda­tangani oleh pemilik rumah. Setiap bulan buku kendali tersebut direkap sebagai bahan evaluasi oleh Dinas Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memiliki komitmen yang tinggi terha­dap pelayanan kesehatan kepa­da seluruh masyarakat, khusus­nya masyarakat miskin.

“Tidak ada masyarakat miskin yang tidak berobat karena tidak mempunyai bia­ya,” tegasnya. Saat ini Peme­rintah Kabupaten Padang Pa­ria­man sedang melaksanakan Outbreak Response On Immu­nization (ORI) atau Imunisasi Difteri. ORI ini untuk mem­berikan perlindungan kepada kelompok rentan sehingga dapat memutuskan rantai pe­nu­laran dari penyakit difteri.

Pada bulan April ini sedang dilaksanakan ORI Tahap II yang sangat bertepatan pula dengan bulan bersejarah yakni bulan April adalah bulan imu­ni­sasi tepatnya jatuh pada tanggal 24 April 2015 yang akan datang. Kemudian 6 bu­lan berikutnya akan dilaku­kan ORI tahap III. Sasaran pem­berian imunisasi ORI di Kabu­paten Padang Pariaman untuk anak 2 bulan sampai dengan 15 tahun adalah seba­nyak 137.014 orang. Pelak­sanaan ORI yang berkualitas, penyakit difteri yang telah terjadi di kota Padang tidak menular ke Kabupaten Padang Pariaman.

Sekitar 317 kasus penyakit yang telah ditemukan oleh bidan desa beserta jajarannya termasuk kasus yang terkait dengan kesehatan ibu dan anak seperti kasus gizi buruk, kemu­dian kasus tersebut ditindak­lanjuti oleh dokter Puskesmas, ada yang dilakukan pengo­batan di Puskesmas dan ada yang dirujuk ke rumah sakit.

Sejak tahun 2007, peme­rintah Kabupaten Padang Pa­ria­man sudah memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakatnya, terutama ma­sya­rakat miskin dan orang tidak mampu. Dari tahun ke tahun berjalan dengan baik.

Pada keadaan tahun 2015 ini ada sekitar 205.273 jiwa (51,3%) sudah mempunyai jaminan kesehatan BPJS Kese­hatan, yang terdiri dari 45.167 orang peserta mandiri, 138.­633 orang PBI APBN (Jam­kesmas) dan 21.673 orang dijamin oleh Pemerintah Kabu­paten Padang Pariaman (Jamkesda).

Saat ini katanya, kita patut bersyukur bahwa sejak 1 Ja­nuari 2014, BPJS Kesehatan telah berfungsi menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai satu kesatuan Sistem Kesehatan Nasional (SKN).

Selain mendorong kepe­sertaan mandiri, Pemerintah, bersinergis dengan Peme­rintah Daerah telah menyediakan bantuan iuran bagi seluruh masyarakat miskin, dan secara bertahap menggabungkan se­mua sistem pembiayaan kese­ha­tan dari daerah agar meme­nuhi asas-asas portabilitas dalam payung JKN dan sistem jaminan sosial nasional (SJSN).

Pada akhir tahun 2014 masyarakat Padang Paria­man yang telah mendapatkan ban­tuan dana untuk pengobatan dari BAZNAS Kabupaten ber­jumlah sekitar 190 orang. (h/bus

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]