Konsumen Diminta Harus Cerdas


Ahad, 19 April 2015 - 18:18:52 WIB
Konsumen Diminta Harus Cerdas

“Dengan gerakan ini kita berharap mayarakat menjadi konsumen yang cerdas, mem­beli produk dalam negeri, ber­kualitas, standar nasional Indonesia, hak dan kewajiban. Ke­mudian teliti sebelum mem­­beli, jangan ceroboh, pas­tikan produk sesuai standar mutu, perhatikan label, beli se­suai kebutuhan dan ke­inginan,” tegas Irwan.

Baca Juga : Meski Ditutup, Pantai Padang Tetap Dikunjungi Wisatawan

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Per­dagangan (Diperindag) Sum­bar, Mudrika me­nyebutkan, adanya Harkonas adalah lang­kah pemerintah untuk me­ngajak masyarakat untuk betul-betul cerdar menjadi kon­sumen. Sehingga produk yang dibeli tersebut harus standar nasional.

“Jadi biasakan membeli produk dalam negeri,” ujarnya.

Baca Juga : Manambang, Tradisi Mencari THR saat Lebaran di Padang

Dipaparkannya, tujuan dari menegak hak dan kewajian konsumen artinya, selaku kon­sumen diajarkan untuk kritis dan berani memperjuangkan haknya. Apabila barang atau jasa yang dibelinya tidak sesuai dengan standar yang diper­syaratkan dan tidak sesuai dengan diperjanjikan, tetapi konsumen juga harus mengerti kewajibannya sebagaimana ter­cantum pada UUPK. Ke­mu­dian, teliti sebelum mem­beli artinya, konsumen dia­jarkan selalu mempunyai kebiasaan untuk teliti atas barang atau jasa yang ditawarkan atau tersedia di pasar.

Minimal secara kasat mata dapat digunakan untuk me­ngetahui keadaan yang se­benarnya dari barang atau jasa tersebut dan bila kurang je­las atau paham, dapat me­nyam­paikan untuk bertanya atau untuk memperoleh informasi atas barang atau jasa tersebut.

Berdasarkan hal ini, dapat diperoleh gambaran umum atas barang atau jasa yang ditawarkan di pasar. Per­ha­tikan label, MKG dan masa kadaluarsa, artinya kon­su­men harus lebih kritis untuk me­ngetahui kondisi barang atau jasa, khususnya atas barang makanan, minuman, obat dan kosmetik, dalam keadaan ter­bungkus yang disertai label. Dalam label dicantumkan, antara lain komposisi, manfaat aturan pakai dan masa berlaku. Bila membeli produk tele­matika dan elektronika harus di­lengkapi dengan petunjuk penggunaan (manual) dan kartu jaminan garansi purna jual dalam bahasa Indonesia.

“Perhatikan masa ka­daluarsa, agar berhati-hati terhadap barang yang masuk ke dalam tubuh atau yang digunakan di luar atau atas tubuh. Karena, barang tersebut sangat erat kaitannya dengan aspek kesehatan, keamanan dan keselamatan (K3L) kon­sumen,” katanya.

Pastikan produk sesuai dengan standar mutu K3L, konsumen diajak untuk mulai akrab dengan produk bertanda SNI dan memperhatikan pro­duk yang sudah wajib SNI. Produk bertanda SNI lebih mem­berikan jaminan ke­pas­tian atas kesehatan, keamanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungannya (K3L). Saat ini terdapat produk dengan SNI yang diberlakukan secara sukarela (voluntary) dan 89 jenis produk yang sudah SNI Wajib. Standar lain yang diber­lakukan di dunia adalah Japanese Industrial Standards (JIS), British Standards (BS), American Society for Testing and Materials (ASTM), Codex Standard, Con­formita© Europa©enne (CE) dan lain-lain.

“Contohnya, saat kita beli pakaian bekas luar negeri, kini jadi perhatian. Pakaian terse­but tidak sehat, aman dan nyaman, apalagi berbahaya terhadap lingkungan, sebab mengandung ribuan bakteri terbawa oleh pakaian terse­but,” tegasnya.

Kemudian pesan Har­ko­nas adalah, beli sesuai kebu­tuhan bukan keinginan. Kon­sumen diajak untuk mem­punyai budaya perilaku tidak konsumtif, artinya bukan ba­rang atau jasa yang menguasai atau mempengaruhi konsumen adalah sebagai konsumen yang menguasai keinginannya un­tuk membeli barang atau jasa. Rangkaian kegiatan Harkonas 2015 di Pemprov Sumbar diisi dengan jalan santai yang di­lepas langsung Gubernur Ir­wan, Prayitno. Kemudian pe­nan­datanganan gerakan kon­sumen cerdar di kain sepanjang 10 meter. Selain itu, juga digelar Talkshow dan lomba melukis payung untuk anak-anak. (h/ows)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]