Cangkok Ginjal Pertama di RSUP M Djamil


Ahad, 19 April 2015 - 18:23:52 WIB
Cangkok Ginjal Pertama di RSUP M Djamil

Sebagaimana disampaikan Direktur RSUP M Djamil Padang, dr Irayanti SpM, tersedianya pelayanan transplantasi ginjal di rumah sakit yang dipimpinnya, akan memberi harapan kesembuhan yang lebih baik terhadap penderita gagal ginjal. Selama ini banyak pasien penderita gagal ginjal yang harus bolak-balik rumah sakit dan bergantung pada cuci darah. Dengan adanya pelayanan transplantasi ginjal, diharapkan dapat menjadi solusi bagi penderita gagal ginjal di Sumbar tuntuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik Lebaran, Polda Metro Siapkan 12 Titik Pos Pemeriksaan

Operasi cangkok ginjal pertama yang dilakukan RSUP M Djamil akan dibiayai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sedangkan biaya pra-operasi seperti pengecekan kesiapan dan kelayakan di laboratorium RS Cikini ditanggung oleh RSUP M Djamil Padang. Sedangkan pasien operasi cangkok ginjal lainnya yang ikut BPJS, biaya operasi akan ditanggung BPJS, sedangkan    pemeriksaan pra-operasinya ditanggung oleh RSUP M Djamil Padang bersama dengan pasien.

Yayan T. Sundara, mahasiswa Master of Medical Science Research di Leiden University Medical Centrum seba­gaimana yang dipublis melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda menyatakan, berdasarkan perkiraan WHO pada tahun 2012, angka harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 71 tahun, dan pada tahun yang sama WHO memperkirakan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kronis di Indonesia mencapai 54 persen dari seluruh penyebab kematian, melebihi angka kematian yang disebabkan karena penyakit menular dan kecelakaan. Salah satu penyakit kronis yang angka kejadiannya diperkirakan meningkat setiap tahunnya adalah penyakit gagal ginjal kronis.

Baca Juga : Satu Korban Luka Kebakaran Pertamina Balongan Meninggal, Total Jadi Empat Orang

Ginjal merupakan salah satu organ penting di dalam tubuh manusia, dengan fungsi utama untuk menyaring (filtrasi) dan mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme (racun) dari darah menjadi urin. Selain hal tersebut, ginjal juga berperan dalam mengatur keasaman darah dan keseimbangan ion yang sangat penting agar berbagai fungsi penting dalam tubuh kita dapat berjalan secara normal. Pada keadaan gagal ginjal kronis (chronic kidney disease) terjadi penurunan fungsi ginjal secara gradual dan permanen (biasanya dalam jangka waktu bulan sampai tahun) sehingga ginjal mengalami gangguan dalam mengeliminasi zat-zat sisa hasil metabolisme.

Terdapat lima stadium gagal ginjal kronis berdasarkan fungsi filtrasi unit ginjal (glomerular filtration rate/GFR), dimana pada stadium ke-lima (gagal ginjal terminal) fungsi ginjal yang tersisa berada di bawah 15 persen. Hal ini menyebabkan akumulasi zat-zat sisa metabolisme dan racun yang sangat berbahaya sehingga dapat mengancam jiwa. Pasien gagal ginjal dalam stadium ini membutuhkan hemodialisa (“cuci darah”) secara rutin atau transplantasi ginjal untuk menyelamatkan jiwanya.

Walaupun lebih dikenal sebagai penyakit kronis yang banyak ditemukan pada usia tua, namun sebenarnya gagal ginjal kronis dapat menyerang berbagai kelompok usia dan jenis kelamin. Berdasarkan data tahunan dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) tahun 2011,  dari sekitar 12.500 pasien penderita gagal ginjal terminal yang mem­butuhkan hemodialisa rutin, lebih dari 53 persennya berusia di bawah 54 tahun. Penyebab utama yang paling sering dari penyakit ini adalah hipertensi dan diabetes mellitus. Data-data tersebut didapatkan dari kurang lebih 200 fasilitas hemodialisa di Indonesia yang sayangnya tidak dapat diakses oleh seluruh penderita gagal ginjal kronis dengan berbagai alasan. Hal ini berarti bahwa angka kejadian gagal ginjal kronis di masyarakat yang sebenarnya jauh lebih besar.

Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa catatan penting, bagi para pembaca, khususnya masyarakat Sumbar. Pada satu sisi, masyarakat Sumbar khususnya pasien gagal ginjal dan keluarganya bersyukur  sekarang telah tersedia layanan cangkok ginjal di RSUP M Djamil Padang. Tentu saja, akan lebih mudah mengakses layanan di Padang ketimbang harus bolak balik ke Jakarta atau rumah sakit lainnya di Jawa. Semoga saja, layanan cangkok ginjal di RSUP bisa berjalan lancar dan sukses. Seiring dengan layanan baru ini, semoga kesan kurang maksimalnya pelayanan di RSUP M Djamil Padang juga dapat ditingkatkan. Catatan berikutnya, lebih baik menjaga kesehatan dan mencegah datangnya berbagai penyakit, termasuk gagal ginjal  dengan program-program hidup sehat. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]