Tubuh Bugar Demi Kelancaran Ibadah Haji


Ahad, 19 April 2015 - 18:24:36 WIB
Tubuh Bugar Demi Kelancaran Ibadah Haji

Ibadah haji merupakan ibadah fisik. Karena menuntut kebugaran fisik yang prima dan optimal. Kegiatan jemaah haji dimulai dari tanah air berupa manasik haji, ke­mu­dian di tanah suci ibadah tawaf wada’, sa’I, kegiatan puncak haji wukuf di Arafah , muz­dalifah dan melontar jumrah di Mina, kemudian kembali lagi ke mekah untuk melaksanakan tawaf Ifadhah, sa’I lagi dan terakhir tawaf wada’ . Pada musim haji 1435H/2014 M, merupakan musim panas dan diprediksi akan menjadi pun­cak musim panas pada tahun ini. Suhu ketika musim panas bisa mencapai 500  celcius. Kondisi musim panas akan menjadi salah satu faktor  kelelahan bagi jemaah haji terutama jemaah haji lansia. Keadaan lingkungan dan fac­tor individu akan menjadi pemicu menurunnya tingkat kebugaran dan meningkatkan kesakitan dan kematian di­ta­nah suci.

Baca Juga : Maaf ya! Beda dengan PNS, THR Karyawan Swasta Kena Pajak

Data dari Pusat Kesehatan Haji tahun 2012  bahwa je­maah haji Indonesia yang be­rangkat memiliki resiko tinggi kesehatan sebanyak 35% dan jemaah haji yang berumur > 60 tahun sebanyak 47,7% artinya separuh dari je­maah haji meru­pakan resiko ting­­gi me­nu­­­rut umur. Un­­­tuk Pro­­­­pinsi Su­ma­­tera Barat pa­da tahun yang sama jemaah re­si­­ko tinggi se­banyak 52,34% ber­jumlah 3850 je­maah dari 7356 jemaah yang berangkat, yang tersebar pada 20 kloter. Pada ta­hun 2013 jemaah haji Pro­pinsi Sumatera Barat ber­jumlah 4.582 orang JCH yang beran­gkat, lebih dari separoh dengan memiliki ri­siko tinggi (risti) yaitu 2.295orang (50,­08%) dan 2.287 orang (49,­92%) yang sehat. Adapun JCH yang Risti terdiri dari 918 (40%) pria dan 1.377 (50%) wanita (data KKP Kelas II Padang).

Sebagai langkah awal bagi jemaah haji untuk mem­per­siapkan fisik agar sehat dan bugar adalah dengan latihan fi­sik. Banyak orang yang mengira bahwa aktifitas fisik dan la­tihan fisik adalah kegiatan yang sama. Yang disebut aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga/ energi atau pembakaran kalori. Con­toh aktifitas fisik adalah sholat, membersihkan rumah, men­cuci, memasak berkebun, na­ik-turun tangga, mencuci mo­bil dan lain- lain. Sedangkan latihan fisik adalah suatu ben­tuk aktifitas fisik yang te­rencana, terstruktur, ber­ke­sinambungan dengan me­li­batkan gerakan tubuh ber­ulang-ulang. Tujuan Latihan Fisik adalah meningkatkan kebugaran jasmani contoh latihan fisik adalah jalan kaki, jogging, berenang, senam aero­bic, bersepeda dan lain-lain. Kunci latihan fisik adalah gerakan yang berulang, teratur, terencana dan ter­struk­tur.

Baca Juga : Sponsori Vaksin Nusantara dr Terawan, Apa Saja Peran AIVITA Biomedical?

Banyak manfaat latihan fisik bagi Jemaah Calon Haji yang akan berangkat haji tahun ini atau tahun-tahun be­ri­kut­nya. Antara lain adalah me­ngen­dalikan be­rat ba­dan, me­ngendalikan te­kanan darah tinggi, me­ngen­dalikan gula darah pada di­abetes tipe 2, memperkuat otot jantung & meningkatkan ka­pasitas jan­tung, mengurangi risiko pe­nyakit pembuluh da­rah tepi, meningkatkan ko­lesterol HDL (kolesterol baik), menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat), mencegah/mengurangi risiko osteoporosis pada wa­nita, mengendalikan stress, kecemasan, depresi, mem­perbaiki kelenturan otot & sendi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh , me­ning­katkan kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu & kelem­baban lingkungan. Seperti yang diketahui di Arab Saudi, mu­sim haji 1435 sedang musim panas dengan suhu bisa men­capai 40 derajat Celsius.

Bagaimana cara latihan fisik yang baik untuk mening­katkan kebugaran fisik jemaah calon haji? Pada prinsipnya adalah latihan yang dilakukan haruslah baik, benar, teratur dan terukur. Banyak jenis lati­han fisik yang dapat dila­kukan oleh jemaah ca­lon haji misal­nya jalan atau jo­g­­­ging. Maka ja­lan atau jogging yang dilakukan haruslah baik, benar, teratur dan terukur. Prin­­sip Latihan Fisik adalah dilakukan dengan frekuensi : 3 - 5 X seminggu ,Intensitas : 60 – 80% Denyut Nadi Mak­simal, Lamanya: 60– 90 menit , Jenis latihan yang dilakukan adalah: Latihan aerobik, la­tihan kekuatan otot, latihan keseimbangan dan lati­han daya ledak otot. Pro­gram la­tihan fisik yang dila­kukan da­lam 3 tahapan yaitu: Program Latihan: Peregangan (5-10 menit), Pemanasan (10 menit), Latihan Inti berupa (Aerobik 45 – 60 menit atau Latihan Kekuatan Otot 15 menit atau Latihan Kese­im­bangan 10 menit) dan terakhir harus melakukan Pendinginan (10 menit).

Baca Juga : Isu Reshuffle Menguat, Abdul Mu'ti Tak Mau Berandai-andai

Kapan latihan fisik dila­kukan? Latihan fisik sebaiknya dilakukan minimal 6 bulan sebe­lum keberangkatan iba­dah haji. Sehingga tubuh men­dapatkan adaptasi yang cukup lama sesuai dengan kegiatan ibadah di tanah suci. Kalau jemaah calon haji ingin menge­tahui apakah tubuhnya sudah bugar atau belum. Atau bila jemaah calon haji sudah mela­kukan latihan fisik yang ba­ik,benar,teratur dan terukur, bagaimana menilai bahwa tubuh jemaah calon haji sudah bugar? Ternyata ada yang na­ma­nya TEST KEBUGARAN JASMANI. Test ini bertujuan untuk menilai tingkat ke­bu­garan seseorang sesuai dengan umurnya. Manfaat dari test kebugaran jasmani adalah mengetahui tingkat kebugaran jasmani , mengetahui adanya kelainan/ penyakit, membuat program latihan fisik yang sesuai dan mengevaluasi hasil program latihan fisik yang telah dilakukan. Sebelum test kebugaran jasmani dilakukan peserta test harus diperiksa terlebih dahulu, tekanan darah, denyut nadi istirahat, dan mengisi form persetujuan pe­meriksaan (informed con­sent) juga form data mengenai pe­nya­kit yang sedang diderita (Par Q&You).

Setelah peserta dinilai la­yak untuk di tes kebugarannya , maka tes kebugaran dilakukan dengan memilih salah satu cara test. Test kebugaran yang paling mudah untuk dilaksanakan adalah test daya tahan jantung paru (test Rockport). Test ini paling se­derhana dan mudah karena dapat dipandu/ dila­kukan oleh dokter umum dan perawat, dapat di­lakukan se­cara kelompok/ be­ramai-ra­mai, pada rentang  usia yang lebar yaitu usia 20 – 70 tahun dan  dilakukan dalam waktu  yang singkat. Sebelum test ke­bugaran dilakukan, peserta test harus melakukan persiapan yaitu : istirahat cukup (mi­ni­mal 6 jam), peserta meng­gunakan pakaian, celana dan sepatu olahraga, sudah sarapan ringan (minimal 30 menit), obat rutin (darah tinggi, ken­cing manis, kolesterol, asam urat, jantung, asma, vertigo, HNP, dll) tetap diminum. Setelah selesai persiapan pre test diatas, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah, denyut nadi is­tirahat, dan mengisi data-data yang dibutuhkan.

Baca Juga : Polemik Ceramah Tengku Zulkarnain soal Surga dan Warna Kulit

Dilanjutkan dengan pe­ma­nasan.

Setelah pemanasan, maka test dimulai melakukan jalan/ lari dengan jarak 1600 meter. Waktu tempuh dari garis start sampai finish dikonfirmasikan dengan nilai VO2maks. Nilai VO2maks dikonfirmasikan dengan umur & jenis kelamin, sehingga dida­patkan tingkat kebugaran peserta tes. Setelah didapatkan hasil kebugaran yang dikategorikan dengan Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang dan Kurang Sekali. Ke­mudian, peserta tes akan men­dapatkan informasi dari dok­ter, dosis olah raga yang tepat  sesuai dengan kategori kebu­garan yang didapat pada saat itu. Peserta tes harus menjalani dosis latihan fisik yang dite­tapkan oleh dokter.

Dan untuk tindak lan-jut­nya pemeriksaan kebugaran akan diulang kembali setelah 3 bulan. Diharapkan setelah 3 bulan peserta yang menjalani lati­han fisik , tingkat kebu­garannya akan meningkat. Bila tingkat ke­bu­garan meningkat dari 3 bulan sebelumnya, maka dapat diha­rapkan jemaah haji yang akan berangkat haji akan menjadi jemaah yang mandiri. Efeknya adalah jemaah haji mandiri akan lebih leluasa bergerak , ber­aktifitas, tdak cepat lelah, sehing­ga ibadah dapat dilakukan de­ngan op­timal. InsyaAllah. Tes Ke­bugaran (Tes Ketahanan Jan­tung Paru/ Tes Rockport), seba­iknya dilaksanakan 6 bulan se­belum keberangkatan. Tes ini dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan BKOM-Pelkes atau dokter pus­kesmas yang sudah dilatih.

Kesimpulan yang dapat diam­bil adalah kebugaran jemaah haji dapat dilakukan oleh jemaah haji minimal 6 bulan sebelum ber­angkat ke tanah suci. Dengan selang waktu pemeriksaan kebu­garan 3 bulan sekali, untuk eva­luasi peningkatan kebugaran jas­mani. Penting sekali jemaah haji mempersiapkan diri baik mental spiritual dan fisik agar ibadah yang akan dijalani lancar dan berkah. Tubuh bugar maka ibadah haji insyaAllah akan lancar. (*)

 

DR.HJ.SRY RACHMAWATY WIDYAISWARA
(BKOM-PELKES Provinsi Sumatera Barat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]