Anies Tolak Moratorium UN


Ahad, 19 April 2015 - 18:27:06 WIB
Anies Tolak Moratorium UN

Sebelumnya Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengusulkan agar pemerintah melakukan moratorium atau penghentian sementara ter­hadap UN. Anies yakin bahwa masih banyak tenaga pendidik di Indonesia yang memegang kukuh kejujuran dalam pelak­sanaan UN ini dan mencegah dengan sekuat tenaga ke­bo­coran soal.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

Oleh karena itu, kata dia, sebagai bentuk dukungan ter­hadap guru yang telah me­me­gang amanah kejujuran dalam ujian nasional ini, pemerintah saat ini terus berupaya mening­katkan kualitas pelaksanaan ujian nasional.

"Jadi, alangkah lebih baik kita koreksi. Kami akan terus sempurnakan (UN). Jika ma­sih banyak ratusan ribu guru yang menjaga amanah, masa dikalah­kan dengan satu dua orang yang pengkhianat. Justru kita akan beri sanksi yang menjadi peng­khianatnya," kata dia.

Baca Juga : Bangkit Kembali, Partai Masyumi Targetkan 5 Besar Pemilu 2024 di Sumbar

Sekjen FGII Iwan Her­ma­wan sebelumnya mengaku lelah karena setelah 11 tahun pelaksanaan UN selalu di­war­nai dengan kejadian kebocoran soal. "Kami lelah setiap tahun dilaksanakan UN harus meng­hadapi masalah seperti ini," katanya, Jumat (17/4).

Ditemui seusai me­la­por­kan berbagai karut marut pe­lak­sanaan UN di Kota Ban­dung ke Ombudsman per­wa­kilan Jawa Barat, ia menga­takan, moratorium ini di laku­kan sambil mempersiapkan bentuk dan evalusai pemetaan pendidikan nasional untuk di kemudian hari.

Baca Juga : Resmi Dideklarasikan, Ini Susunan Majelis Syuro dan DPP Partai Ummat

Menurut dia, selain ke­bocoran soal, pelaksanaan UN tahun ini di warnai dengan masalah keterlam batan pen­cairan dana UN kepada se­kolah. Ia menuturkan, ke­pu­tusan untuk melakukan UN Ulang bagi Daerah Istimewa Aceh dan Yogyakarta akan dilakukan apabila proses pe­min­daian dan pemeriksaan hasil UN-nya selesai. "Kalau lihat hasil sementara, Yogya­karta tidak di ulang. Kalau Aceh, belum tahu karena pe­min­daian belum selesai," kata Anies Baswedan.

"Di Yogyakarta sudah se­lesai, peserta UN SMA-nya 20 ribu, kalau di Aceh 50 ribu. Lalu penyebaran di Aceh se­cara infrastruktur tersebar jauh sementara pengerjaannya di ibu kota provinsi, jadi perlu waktu. Mudah-mudahan awal minggu depan sudah se­le­sai,"kata dia.

Baca Juga : Dikunjungi PKS, Golkar Siap Sambut Regenerasi Kepemimpinan Nasional

Tolak Ulang UN

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyayang­kan pernyataan dan instruksi wakil presiden yang men­ye­but­kan UN tingkat SMA sederajat harus diulang menyusul ke­bo­coran soal. Ujian Nasional diulang memberikan dampak psikis terhadap pelajar yang telah susah payah men­ye­le­sai­kannya dengan serius dan sungguh – sungguh.

“Ujian Nasional diulang akan meresahkan para pelajar yang telah susah payah melak­sanakannya kemarin. Dam­paknya jauh lebih mengancam dibandingkan pemerintah me­nge­valuasi diri dan menindak tegas para oknum pembocor yang ada di titik percetakan, penerbitan, distribusi atau bahkan pembuat soal. Hal ini akan jauh memberikan efek jera dibandingkan menindak para pelajar yang hanya jadi korban nantinya,” kata Koor­dinator Isu Jaminan Pen­didi­kan Nasional (Jamdiknas) KAMMI, Robert Edi Sudarwan.

KAMMI berharap instruk­si wakil presiden lebih pada penanganan permasalahan mendasar tadi, jika terbukti oknum sekolah ada yang meng­koordinir para siswanya men­dapat­kan bocoran secara me­rata kepada seluruh pelajar di sekolah tersebut, silahkan Ujian Nasional diulang di sekolah tersebut dan oknum tersebut dipecat.

“KAMMI menyayangkan isu Ujian Nasional diulang ini mencuat yang hanya akan me­n­ye­babkan tekanan psikis ke­pada pelajar. Hargai para siswa yang belajar serius jauh – jauh hari hingga larut hanya untuk mem­persiapkan Ujian Na­sional de­ngan sungguh – su­ng­guh. Instru­ksi wakil presiden meminta Ujian Nasional di­ulang sama seperti hal nya KAMMI me­minta pilpres 2014  diulang!” tegasnya dalam rilis KAMMI.

KAMMI mendorong Ke­men­terian Pendidikan dan Kebudayaan agar menge­va­luasi diri, menindak tegas setiap oknum pengedar dan penyebab bocornya UN ter­sebut. Kepada para pelajar, KAMMI berharap tetap te­nang dan selesaikan seluruh rangkaian ujian dengan serius, percaya diri dan jujur, karena ketiga hal tersebut merupakan bagian dari revolusi mental yang harus dimiliki para pe­lajar.(h/net/rel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]