Tunggakan Pajak PT MMS Group Mencapai Rp1 M


Senin, 20 April 2015 - 19:20:26 WIB
Tunggakan Pajak PT MMS Group Mencapai Rp1 M

Adapun group dari PT MMS tersebut, meliputi PT Ananda Pratama, yang men­dapatkan kue proyek Pemkab Pasaman pada tahun 2014 senilai Rp22 miliar. Kepala Dinas ESDM Kabupaten Pasa­man Hasrizal kepada Haluan menyebutkan, PT MMS yang memiliki AMP di Muaro Mang­gung, Kenagarian Tan­jung Beringin itu, memiliki tunggakan pajak sejak tahun 2013 lalu.

Baca Juga : Bupati Pesisir Selatan Minta Bapedalitbang Kaji Penyebab Banjir Rahul Tapan

Hasrizal menyebutkan, pihak ESDM menemukan adanya tunggakan pajak ini, karena saat memeriksa usulan perpanjangan izin yang dila­kukan oleh PT MMS. Salah satu syarat pengurusan izin adalah, membayar tunggakan pajak yang ada.

“PT MMS sudah kita himbau berkali-kali untuk membayar pajak setiap proyek selesai. Namun, pihak menejemen PT MMS tidak menghiraukan. Kebetulan saat ini, izin operasinya sudah habis. Kita segel lokasinya untuk tidak boleh beroperasi,” tegas Hasrizal.

Baca Juga : 500 Pelaku Usaha di Sumbar Kena Denda Akibat Langgar Protokol Kesehatan

Hasrizal pun menangkis bujukan pihak manajemen PT MMS yang meminta Pemkab Pasaman untuk membuka se­gel police line yang dipasang­kan di lokasi AMP PT MMS. “Mereka mau bayar sekitar Rp184 juta, namun mereka minta segel dibuka. Itu tidak akan terjadi, karena mereka pihak manajemen sudah terla­lu sering membandel,” katanya.

Ia melanjutkan, pihak PT MMS harus membayar semua tunggakan pajak sekitar Rp1 miliar lebih itu. Jika sudah dibayar oleh perusahaan, ha­rus­lah melampirkan surat tanda setor pajak. Jika surat setor pajak tidak ada, maka segel pun tidak akan dibuka.

Kewajiban pajak ini, kata Hasrizal, sesuai dengan tun­tutan Peraturan Pemerintah No 23 tahun 2010 tentang kegiatan pertambangan logam mineral, batubara, logam ba­tuan dan non logam. Semen­tara itu, diperkuat oleh Pera­turan Daerah dan Peraturan Bupati Pasaman Nomor 8 tahun 2005 tentang penetapan standarisasi harga bahan mineral bukan logam dan batuan, system dan prosedur pemungutannya.

“Dengan sudah matinya izin AMP PT MMS yang sela­ma ini sebagai pusat kegiatan pengelolahan aspal itu, maka perusahaan group dari PT MMS terancam tidak menda­patkan kue lagi karena AMP yang dimilikinya di Pasaman sudah disegel,” terangnya. (h/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]