Dewan: Bantuan Instan Masyarakat Dikurangi


Senin, 20 April 2015 - 19:20:52 WIB
Dewan: Bantuan Instan Masyarakat Dikurangi

“Pembangunan  ekonomi di Kabupaten Agam masih perlu diiringi dengan pe­me­ra­taan karena masih banyak masyarakat di wilayah terisolir berpendapatan jauh lebih ren­dah dibanding dengan masya­rakat yang tinggal di sekitar perkotaan. Kondisi masya­rakat terpencil saat ini, membeli mahal menjual murah,” ucap Zulham.

Ia menerangkan, masya­rakat daerah terpencil mem­beli barang dari daerah per­kotaan dengan harga ma­hal, dan menjual hasil tani dengan harga jauh lebih murah dari harga pasar. Hal ini di­sebab­kan ongkos transportasi yang besar akibat jalan yang buruk.

Baca Juga : Pemkab Pesisir Selatan Usulkan 1.000 Unit Bedah Rumah untuk Masyarakat Miskin

“Oleh karena itu program pemerintah ke depan harus  fokus untuk membebaskan daerah terisolir dengan mem­bangun infrastruktur, jangan fokus kepada membangun pro­perti maupun memberikan ban­tu­an yang sifatnya instan. Masyarakat ini masih me­rasa­kan pasokan pupuk yang masih sering tersendat,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS), di Agam memang masih terdapat 13 dari 82 nagari tergolong te­risolir, diantaranya empat nagari di Kecamatan Palupuh, empat nagari di Kecamatan Malalak, lima nagari di Keca­matan Palembayan dan dua jorong di Kecamatan Tanjung Mutiara. Upaya yang dilaku­kan untuk membebaskan da­e­rah terisolir ini dengan pelak­sanaan proyek PNPM, namun hingga sekarang belum tuntas.

Tak hanya itu, Zulham juga menyoroti kebijakan pe­me­rintah yang memprioritaskan pembangunan sektor per­tani­an dengan program Agam Men­yemai. Sementara masya­rakat semakin membutuhkan pen­dapatan di sektor industri rumah tangga yang saat ini per­kem­bangannya masih lamban.

Bupati Agam Indra Catri sendiri mengakui bahwa ma­salah daerah terisolir memang kendala dalam upaya meng­genjot pemerataan. Tetapi secara berangsur satu persatu daerah tersebut telah di­upaya­kan membebaskannya.

“Salah satunya yang dila­kukan tahun 2014 mem­bebas­kan Jorong Paraman Nagari Sipinang Kecamatan Palem­bayan dengan membangun jalan rabat beton melalui pro­gram TNI manunggal masuk nagari,” ucap Indra.

Terkait dengan per­tum­buhan ekonomi bupati menge­mukakan, APBD Agam me­ning­kat tajam dari sekitar Rp600 miliar tahun 2014 menjadi Rp 1,2 triliun tahun 2015 ini. Dan selama empat tahun terakhir PAD Agam meningkat dari Rp28,1 miliar menjadi Rp79,41 miliar.

“Peningkatan PAD itu me­m­beri  ruang fiskal yang besar bagi kita untuk melaksanakan program pembangunan men­sejah­terkan masyarakat,” kata bupati.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 men­capai 6,7 persen, lebih tinggi di­bandingkan dengan laju per­tum­buhan ekonomi Sumbar yang hanya 5,84 persen dan pertumbuhan ekonomi Indo­nesia hanya sebesar 5,12 persen.

Pertumbuhan ekonomi itu juga diiringi dengan pening­katan pendapatan regional per kapita atas dasar harga berlaku, pada 2014 angkanya mencapai Rp21,1 juta, sementara pada 2010 hanya sebesar Rp14,1 juta.

Peningkatan itu disumbang sektor pendapatan regional bruto daerah sektor  pertanian  Rp4,05 triliun, sektor jasa Rp1,5 triliun, sektor industri pengolahan Rp1,1 triliun, sek­tor perdagangan, hotel dan res­toran sebesar Rp1,62 triliun.

“Dalam hal pemerataan, kendati tidak mengalami laju signifikan tetapi menunjukan tren meningkat, bahkan tingkat pemerataan pembangunan di Agam juga lebih tinggi dari pemerataan Provinsi Sumbar,” tutup Indra Catri. (h/ks)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]