Ekonomi Sulit, Warga Curi Air PDAM


Senin, 20 April 2015 - 19:32:21 WIB
Ekonomi Sulit, Warga Curi Air PDAM

“Malahan ada pula yang sengaja menyedot aliran air dengan mesin penyedot air, sehingga air mengucur deras melalui kran yang disedia­kan­nya. Diperiksa instalasi pipa air di kawasan Purus III, tern­yata memang banyak salu­ran air yang ditambah sendiri oleh war­ga tanpa meteran. Dan dilihat pula dari tagihan pem­bayaran, juga banyak yang menunggak lebih dari satu tahun. Maka, semua pipa ali­ran­ yang me­nyelahi aturan itu, terpaksa diputuskan pihak petugas PDAM,” kata Andi Taswin.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Akibatnya warga Purus III jadi resah dan berusaha mem­berikan keterangan, agar salu­ran air ke rumahnya tidak diputus petugas PDAM. Dan­banyak pula yang menyam­paikan, bahwa air susah me­nga­lir semenjak pasca­gempa tahun 2009 lalu.

“Air baru hidup pukul tiga dini hari setiap hari, menyu­sahkan sekali, sedang enak tidur harus bangun untuk me­nam­pung air. Begitulah keja­dianya pak,” ujar warga yang bernama Anto kepada Andi Taswin.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Ketika Pihak PDAM me­nanyakan, saluran air PDAM pakai meteran atau ti­dak. ­Mereka menjawab tidak,­sebab kalau pakai meteran airnya tidak keluar, untuk itu me­teran­nya dilepas. “Tidak ada hu­bungan pakai meteran air tidak keluar, lalu dicopot meteran air mengalir deras. Ini tidak masuk akal alasan­nya,”­balas Andi Tas­win.

Setelah dilihat dari data-data pembayaran tagihan rekening air mereka, ternyata telah lama sekali menunggak, malahan sampai melebihi satu tahun. “Ya, sementara putus dulu saluran air mereka, ka­rena banyak yang menung­gak. Apabil­a­permasalahannya se­lesai, maka instalasi pipa di­benahi dan di tata kembali, setelah itu baru dihidupkan kembali aliran air PDAM ke rumahnya,” jelasnya.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Suka atau tidak suka, lan­jutnya, kondisi yang diberikan pihak PDAM Kota Padang harus diterima masyarakat Purus. Karena perbuatan yang mereka lakukan telah menya­lahi aturan yang ditentukan. “Memang kalau dilihat dari kondisi ekonomi mereka, sa­ngat memprihatinkan. Tapi, tindakan yang dilakukan seme na­­-mena saja juga meng­jeng­kel­kan. Tapi, yang jelas setiap persoalan pasti ada jalan keluar­nya,” tutup Andi Taswin. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]