'Kartini Hari Ini'


Senin, 20 April 2015 - 19:39:59 WIB
'Kartini Hari Ini'

Pikiran dan pandangannya ditulis dalam surat kepada teman-temannya di Eropa. Surat-suratnya itu kemudian dikumpul, dibukukan, dan diterbitkan dengan judul ‘Door Duisternis tot Licht’ di Belanda pada tahun 1911. Buku itu kemudian diterjemahkan ke Bahasa Melayu dan diterbitkan di Hindia Belanda dengan judul ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ pada tahun 1922.

Baca Juga : DPD RI Serahkan Bantuan Buat Korban Bencana Banjir Bandang NTT

Indonesia tidak hanya punya Kartini saja, tapi juga banyak pahlawan nasional Indonesia perempuan lainnya. Mereka di antaranya adalah Tjoet Nja’ Dhien (1848–1908) asal Aceh, Tjoet Nja’ Meutia (1870–1910) yang juga berasal dari Aceh, Raden Dewi Sartika (1884–1947) asal Jawa Barat, Martha Christina Tiahahu (1800–1818) asal Maluku dan Maria Walanda Maramis (1872–1924) asal Sulawesi Utara.

Berikutnya, Nyai Hj Siti Walidah Ahmad Dahlan (1872–1946) asal Yogyakarta yang juga istri dari KH Ahmad Dahlan, Nyi Ageng Serang (1752–1828) yang berasal dari Jawa Tengah, Hj Rangkayo Rasuna Said (1910–1965) asal Sumbar, Kesembilan Hj Fatimah Siti Hartinah Soeharto (1923–1996) asal Jateng yang merupakan  istri Presiden Soeharto dan Hj Fatmawati Soekarno (1923–1980) asal Bengkulu yang juga merupakan  istri ketiga Presiden RI Soekarno. Ada beberapa perempuan lainnya yang berjasa besar bagi bangsa dan juga bagi kebangkitan kaum perempuan di tanah air.

Baca Juga : Ini Cara Cek Pajak Kendaraan Tanpa Perlu Datang ke Samsat

Tantangan para tokoh perempuan masa perjuangan kemerdekaan atau pun masa perang awal kemerdekaan tentu berbeda dengan tantangan tokoh perempuan masa kini. Sekarang tentu tuntutan atas mereka bukan lagi mem­bangkitkan semangat kaum perempuan untuk ikut turun ke medan perjuangan bersama kaum pria guna meraih atau pun mempertahankan kemerdekaan. Tuntutan dan tantangan terhadap mereka juga bukan sekadar untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan sehingga hak-haknya sama dengan kaum pria.

Pasalnya, RI sudah merdeka  dan sejak 1-2 dasawarsa terakhir, kalau untuk sekadar penegakkan kesetaraan hak-hak perempuan atas laki-laki di tanah air, tidak ada lagi permasalahan yang mendasar. Sekarang nyaris perempuan telah ada pada semua posisi.  Di Indonesia perempuan pernah menjadi presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati, polisi, tentara, dirut, komut, kepala rumah sakit, supir, pemain bola, petinju, penyanyi, pilot dan lain sebagainya.

Baca Juga : Larangan Mudik 6-17 Mei 2021, Semua Moda Transportasi Stop Beroperasi

Tuntutan dan tantangan terhadap perempuan Indonesia saat ini adalah bagaimana pengoptimalan keseimbangan perannya sebagai perempuan karir dan juga sebagai fitrahnya selaku ibu dari anak-anak dan juga istri dari seorang suami. Tampaknya persoalan ini sangat domestik dan sederhana sekali dan barangkali ada juga yang sebagian orang menganggap bahwa ini adalah pemikiran yang setback alias mundur beberapa belasan tahun ke belakang.

Tapi, fakta yang perlu disadari bahwa tanpa perhatian yang cukup dan berkualitas dari orang tua terhadap anak-anaknya, maka sama saja mereka bertaruh dengan keti­dakpastian  atas masa depan buah hati mereka. Dalam artian lebih luas, juga akan terjadi ancaman bagi kualitas generasi Indonesia masa depan, dari berbagai sisi. Bisa jadi dari sisi knowledge dan skill mereka unggul, namun dari sisi pemahaman kehidupan sosial dan kehidupan bermasyarat, beragama serta bernegara mereka jauh dari harapan. Pada akhirnya penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis oleh mereka menjadi sia-sia belaka.

Baca Juga : Jangan Makan Petai, Jengkol dan Bawang Putih saat GeNose, Bisa Mempengaruhi Hasilnya

Berikutnya yang diperlukan juga dari perempuan, bagaimana kecendrungan keberpikannya terhadap perem­puan lainnya, dengan tetap menjaga objektifitas. Dalam realitasnya, ternyata kepedulian perempuan terhadap perempuan lainnya relatif kecil. Salah satu buktinya, dalam berbagai suksesi kepemimpinan, perempuan justru lebih dominan memilih kandidat pria, padahal dalam suksesi tersebut juga ada kandidat yang perempuan. Ini tentu juga menjadi ‘PR’ bagi perempuan. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]