Petani Alahan Panjang Ngadu ke Fauzi Bahar


Senin, 20 April 2015 - 19:43:05 WIB
Petani Alahan Panjang Ngadu ke Fauzi Bahar

Bertemu dengan Fauzi Bahar, Syamsul dan sejumlah petani Alahan Panjang lainnya langsung curhat tentang derita mereka selama ini. Diungkapkannya, sekarang kehidupan petani Alahan Panjang jauh berbeda dengan 10 atau 15 tahun lalu. Jika dulu, petaninya sejahtera, kini tak lagi. “Sekarang kami marasai. Harga tomat dan bawang anjlok, ditekan oleh pembeli borongan. Kondisi kian parah, dengan sulitnya mendapatkan pupuk dan bibit yang bagus,” ucap Syamsul.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Sebab bibit yang kualitasnya tak bagus itulah, setiap panen, petani hanya bisa mengurut dada. Jangankan untung, petani malah untung. Kerisauan mereka kian menjadi, dengan biaya hidup yang selangit.

Mendengar harapan tulus petani Alahan Panjang, Fauzi Bahar tersentuh. Menurut Fauzi, tak hadirnya pemerintah saat petani dalam keadaan susah, adalah dosa besar. “Kesejahteraan masyarakat Sumbar itu harus dimulai dari petaninya. Kalau petaninya sejahtera, pasti masyarakat dari kalangan lain juga sejahtera. Kalau petani diabaikan, dampaknya seperti sekarang ini, Sumbar tak maju-maju. Jauh tercecer dari daerah lain,” ungkap Fauzi Bahar.

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Ke depan, regulasi pertanian di Sumbar menurut Fauzi Bahar mesti diurus serius. Mulai dari pengadaan bibit, ketersediaan pupuk, hingga peruntukkan pemasarannya. Selain itu, pengendalian harga harus dilakukan pemerintah, agar para petani tak ditipu oleh para distributor yang membeli dengan harga murah, lalu menjual dengan harga tinggi ke pasar. (h/mg-isq/rel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]