AS Kaget, RI Dukung Palestina Merdeka


Senin, 20 April 2015 - 19:45:04 WIB
AS Kaget, RI Dukung Palestina Merdeka

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan, pembahasan materi KAA di Bandung menjadi agenda pertama diskusi para menlu, sebelum dilanjutkan dengan diskusi mengenai hasil Senior Official Meeting (SOM).

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

”Saya dapat info laporan dari Ketua SOM Indonesia, pembahasan 3 outcome kemarin sudah dapat diselesaikan,” kata Retno di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Senin (20/4/).

Agenda kedua yang akan dibahas adalah mengenai New Asian-African Strategic Partnership. Retno mengatakan, hal itu penting mengingat akan menjadi poin-poin yang disepakati dalam pertemuan akhir di Bandung. ”Agen­da berikut, konsiderasi Do­cument of Summit, dokumen yang diselesaikan tingkat SOM kemarin kita adopsi untuk kita sampaikan pada pimpinan kita saat KTT 22-23 April nanti,” lanjut dia.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Sedangkan penanggung jawab KAA Luhut Binsar Pandjaitan me­negaskan, komitmen pemerintah Indonesia diwujudkan dengan meng­galang dukungan bagi negara Pales­tina yang merdeka dalam forum KAA.

“Indonesia mencoba memain­kan peran sebagai juru damai bagi kemerdekaan Palestina. Sebagai negara berpenduduk muslim terbe­sar di dunia, kita mendorong supaya Konferensi Asia Afrika meng­hasil­kan dukungan terhadap kemer­dekaan Palestina. Kita juga berharap Palestina menjadi anggota PBB penuh,” ujar Luhut di Istana Ke­presidenan, Senin (20/4).

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Luhut bahkan mengaku dirinya sudah menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia yang akan menggalang dukungan bagi kemer­dekaan Palestina kepada Kepala Pusat Keamanan Amerika Serikat Susan Rice. “Kepada beliau (Susan Rice), saya nyatakan bahwa Indo­nesia punya sikap ingin melihat Palestina merdeka,” ucap Luhut.

Mendengar pernyataannya, Lu­hut melihat ekspresi kaget di wajah Susan Rice. Maklum saja, Amerika hingga saat ini belum mengakui negara Palestina sebagai negara yang merdeka sepenuhnya.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

Kepada Rice, Luhut bahkan menyampaikan komitmen peme­rintah Indonesia untuk mening­katkan hubungan diplomatik dengan membuka kantor Kedutaan Besar Indonesia di kota Ramalah yang berada di wilayah Tepi Barat Pales­tina. “”Supaya anda tidak kaget, kami akan mendukung Palestina menjadi anggota PBB dan ingin membuka Kedutaan di Ramallah,” ujar Luhut.

Abdi Kapitalis Global

Sementara itu ketika membuka pertemuan ke-24 World Economic Forum on East Asia dalam rangka KAA di Jakarta, Senin (20/4), Presiden Joko Widodo menye­butkan, Indonesia pernah me­nga­lami surplus ekspor kelapa sawit pada tahin 1970-an. Ketika itu, harga minyak kelapa sawit (CPO) tengah melambung tinggi.

Indonesia, lanjut Jokowi, juga berhasil masuk sebagai perwakilan negara Asia di OPEC. Namun, pada tahun 1990-an, harga CPO turun drastis. Ekspor Migas Indonesia pun turun 80 persen. Jokowi mengun­gkapkan, kemudian Indonesia di­pak­sa melakukan devaluasi mata uang yang membuat negeri ini terpuruk dalam krisis.

Meski demikian, menurut dia, Indonesia banyak belajar dari krisis yang terjadi dan mulai mengem­bangkan diri sebagai negara industri dari yang sebelumnya pengekspor bahan mentah.

Beda dengan Jokowi, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik, Agus Jabo Priyono, dalam siaran persnya terkait KAA mengingatkan,  Cengkeraman Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya makin hegemonik ditandai pula dengan cengkeraman kapitalisme global dengan berbagai instrumennya baik melalui lembaga keuangan maupun organisasi perda­gangan dunia. (h/dn//mdk/l6)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]