Terowongan Balingka – Sianok Dimulai Agustus


Senin, 20 April 2015 - 19:46:16 WIB
Terowongan Balingka – Sianok Dimulai Agustus

“Kita baru mulai melakukan pembebasan lahan, lahan yang be­lum bebas masih cukup panjang,” ujarnya.

Baca Juga : Mahyeldi Sebut Mendagri Bakal Berkunjung ke Sumbar

Selain pembebasan lahan Pras­jal­tarkim juga tengah mengurus perizinan Analisa Dampak Ling­kungan (Amdal), Land Aquisition and Resettlemen Action Plan (LARAP) dan juga izin dari Kemen­terian Perhutanan.

“Meski kita membuat tero­wo­ngan namun ada hutan di atasnya kita harus tetap meminta izin. Ini sudah ketentuannya, karena saya tidak mungkin memakan apa yang bukan hak saya,” terang Suprapto.

Baca Juga : Gelombang Laut 4 Meter Diprediksi di Samudera Hindia Barat Bengkulu

Untuk anggaran kata Suprapto, sudah ada dalam Dipa kabupaten/kota yang bersangkutan. Jadi, saat ini kabupaten tinggal melakukan pembebasan lahan sehingga proyek ini bisa segera dimulai.

Untuk dana awal pekerjaan terowongan Balingka - Sianok diku­curkan Rp 40 miliar. Total dana keseluruhan untuk membangun terowongan dengan panjang 1 kilo­meter dan jalan 7 kilometer ini menelan biaya Rp2,5 triliun.

Baca Juga : Pelantikan 2 Bupati Terpilih di Sumbar Digelar 26 April 2021

Pembangunan multiyears itu menjadi prioritas pemerintah di tahun ini, dan anggarannya langsung dikuncurkan dari pusat melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini meru­pakan lanjutan proyek yang telah direncanakan tahun sebelumnya.

Selain itu, juga membangun jalan dari Balingka menuju Batang Sianok dan Batang Sianok melewati wilayah Kota Bukittinggi ke Gadut, Keca­matan Tilatang Kamang. Total pembangunan jalan dan terowongan ini sekitar tujuh km.

Baca Juga : Malam Ini, TSR Pemkab Dharmasraya Kunjungi Masjid Baitul Amanah

Bupati Agam Indra Catri sangat mendukung rencana pembangunan terowongan dan jalan tersebut.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setdaprov Sumbar Syafrudin me­ngatakan, dana pembangunan tero­wongan dan jembatan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara dana untuk menganti kerugian ma­sya­rakat berasal dari APBD Provinsi Sumbar. Sementara mobi­lisasi pro­ses di lapangan dilakukan Pem­kab Agam dan Pemko Bukitt­inggi. Dana akan dikucurkan dalam tiga tahun angga­ran, dengan dana awal Rp 40 miliar.

Dengan adanya terowongan ini akan berdampak kepada percepatan gerak ekonomi dari pusat pe­me­rintahan di Padang dengan Bukit­tinggi dan Riau. Selain itu, dari Sumut ke Sumbar. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]