Pemkab Tetap Kucurkan Dana untuk PT Equator


Selasa, 21 April 2015 - 18:36:10 WIB
Pemkab Tetap Kucurkan Dana untuk PT Equator

“Saat ini, Wisma Gunung Pasaman memiliki satu ge­dung bertingkat dua. Memiliki 15 kamar, namun hanya 9 kamar yang bisa dipakai. Itu­pun MCK beberapa kamar yang dipakai itu sudah me­ngalami kerusakan. Bangunan sudah ketirisan, sehingga ba­nyak ruangan yang tidak bisa dimanfaatkan,” ujar Dirut Deni Syahputra.

Baca Juga : Pantau Persiapan PPDB, Ombudsman: Website Jangan Sampai Down atau Diretas

Meski demikian, Wisma Gunung Pasaman mampu menghasilkan pendapatan se­besar Rp600 ribu perbulan, dengan sewa kamar hanya Rp80 ribu permalam. Pen­dapatan itupun disumbangkan terbesar dari kerja sama dengan BAZ Pasaman dalam program rumah singgah bagi keluarga pasien yang dirawat di RSUD Lubuk Sikaping.

“Nanti akan direhab ka­mar-kamar yang bocor dan MCK diperbaiki. Bangunan pun direnovasi dengan ang­garan tersebut. Jika sudah selesai rehabnya nanti, kita berharap Wisma Gunung Pa­sa­man bisa mendatangkan in­come untuk daerah,” jelasnya.

Baca Juga : Masih Langgar Prokes, 19 Orang di Pasar Lasi Disanksi

Sementara itu, PT Equator juga memiliki unit usaha tiket, yang belum dimanfaatkan oleh DPRD Pasaman untuk jasa pembelian tiket. Padahal, DP­RD yang notabene konsumsi tiket terbesar di Pasaman, mampu menyumbangkan Rp6 miliar pertahun. Karena, DP­RD Pasaman melakukan kun­jungan kerja sebanyak 12 kali ke luar provinsi dengan ang­garan Rp500 juta lebih sekali kunjungan. Belum lagi kun­jungan di luar agenda-agenda dewan, seperti undangan un­tuk datang ke Taman Mini In­donesia Indah untuk men­gha­diri festival seni dan budaya.

Demikian juga dengan pi­hak eksekutif melalui SKPD-SKPD yang sering menghadiri undangan dan konsultasi ke luar provinsi. Akan tetapi, DPRD Pasaman lebih me­nyorot soal investasi yang telah diberikan oleh pemerintah daerah melalui persetujuan dewan, untuk PT Equator. Ketua Komisi B DPRD Pa­saman, Jusran, melalui juru bicara komisi Safiruddin, yang menyentil soal investasi Rp1 miliar yang telah dikucurkan kepada PT Equator.

Kritikan yang dilontarkan Komisi B DPRD Pasaman itu, terkait kegiatan PT Equator yang membeli beras bukan gabah. Padahal, tujuan Pem­kab Pasaman untuk investasi itu bertujuan menstabilkan harga gabah. Hal ini dijawab oleh Bupati Pasaman Benny Utama dalam sidang pari­purna penyampaian jawaban bupati atas tanggapan komisi-komisi tentang LKPJ Bupati tahun 2014 dan LKPJ Akhir masa jabatan. “Kedepannya kita akan menyempurnakan manajemen PT Equator, se­hingga mampu memberikan keuntungan dan meningkatkan PAD bagi Pemkab Pasaman,” tukasnya. (h/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]