Embung Taratak Sutera Masih Terbengkalai


Selasa, 21 April 2015 - 18:36:40 WIB
Embung Taratak Sutera Masih Terbengkalai

Menurut Buskamil, se­kiranya embung Teratak telah bisa dimafaatkan, ratusan hek­tare lahan pertanian dapat berproduksi maksimal. “Kami berharap embung tersebut segera dituntaskan oleh pe­merintah. Bila tidak, usaha pertanian kami sangat ter­ganggu. Sebagian besar tana­man kami saat ini masih meng­gantungkan air hujan, maka bila kemarau sawah menjadi kering kerontang,” katanya.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Embung Teratak Sutera tersebut, menurut Buskamil, telah mulai dibangun se­men­jak tahun 2010 lalu, namun hingga kini belum juga selesai. “Kami tidak tahu penyebab kenapa embung ter­sebut pe­ngerjaannya terhenti,” katanya.

Selanjutnya, Yusdi, Kepala Dinas PSDA Pessel me­nye­butkan, pembangunan embung di Teratak menggunakan dana APBD Provinsi Sumatera B­a­rat. Embung tersebut dibangun multi year. “Ya, pengerjaannya bertahap dan tidak bisa selesai sekaligus. Masyarakat tentu diminta bersabar hingga pe­ngerjaan embung tersebut se­lesai. Selain tempat pe­nam­pungan air, tentu ada pem­bangunan jaringan irigasinya dan kita berfikir posisif ter­hadap rencana pemerintah provinsi,” katanya.

Baca Juga : Cuaca Objek Wisata Sumbar Dilanda Hujan hingga Malam

Dikatakannya, dari in­for­masi yang didapatkannya, pengerjaan embung tersebut tetap berlanjut tahun ini. Ya, seperti tahun sebelumnya pe­ngerjaan berlangsung kira-kira pertengahan tahun.

Yusdi juga meminta warga tidak merusak embung yang belum selesai itu. Khusus Embung Teratak Paneh, Na­gari Ampiang Parak, Keca­matan Sutera pihaknya mene­rima laporan ada aktifitas yang dapat merusak embung ter­besar di Pessel tersebut.

Dikatakannya, perusakan akan menimbulkan dampak buruk baik bagi embung dan bisa pula bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu ma­syarakat perlu menjaga dari upaya perusakan tangan-ta­ngan jahil.

Dia menyebutkan, em­bung tersebut masih dalam proses penyelesaian saluran irigasi. Sejak beberapa waktu lalu mulai diuji coba menampung air. Air yang berasal daru hulu Ampiang Parak itu meng­genang pada kawasan yang telah dibebaskan sebelumnya. Eembung yang telah menelan dana puluhan miliar itu telah mulai digenangi air semenjak satu bulan belakang.

“Ini memang masih tahap uji coba penggenangan air pada kawasan embung. Sekiranya ada ditemukan hal hal yang tidak aman bagi warga mi­salnya bocor atau berbagai kendala lainnya embung akan dikeringkan lagi dan dila­kukan perbaikan,” katanya menjelaskan.

Disebutkannnya, Embung Teratak Paneh Amping Parak termasuk embung yang besar dengan kemampuan menam­pung air yang besar pula. Pan­jang bendungan penahan yang meyeberangi sungi saja men­capai 150 meter, sementara panjang kawasan yang diren­dam sekitar dua kilometer.

Secara teknis, Embung Teratak Paneh didesain sangat bagus dengan tingkat kea­manan yang baik pula. Ka­wasan itu pada dua sisi me­manjang langsung ditahan dua perbukitan, jadi memang sa­ngat aman, sementara kons­truksi bangunan pembendung air juga sangat kokoh dan kuat.

Sementara Walinagari Am­­­piang Parak Timur Safa­ruddin mengatakan, semenjak embung tersebut diuji coba peng­gu­naannya, warga se­tempat mulai merasakan man­faat dari embung. Lahan perairan yang mencapai dua kilometer ter­sebut sudah bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya me­nang­kap ikan de­ngan perlatan tang­kap.

Selain itu, di kawasan yang menjelma menjadi objek wi­sata baru itu telah menjamur warung warung yang me­nye­diakan berbagai makanan. “Jadi keberadaan embung memang sangat bermanfaat bagi warga setempat. Se­mentara pemerintahan nagari juga akan membenahi kawasan itu sebaik mungkin, sehingga pengunjung nyaman berada disana,” katanya. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]