Hampir 3.000 Warga Limapuluh Kota Cacat


Selasa, 21 April 2015 - 18:37:26 WIB
Hampir 3.000 Warga Limapuluh Kota Cacat

Sehingga  mereka lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial dengan melibatkan tena­ga PSM dan TKSK maupun penggiat penyandang disa­bilitas, “kata Siaful Sekretaris Dinas  Tenaga Kerja dan Trans­migrasi Kabupaten Limapuluh Kota di Kapur IX, kemarin.

Baca Juga : Pemnang Gunung Medan Klarifikasi Terkait Minta THR ke Pengusaha

Menurut Siaful, tidak dapat dipungkuri bahwa pem­bangu­nan kesejahteraan sosial di Kabupaten Limapuluh Kota khususnya di Kapur IX belum menunjukkan banyak kema­juan. Terutama  bagi masya­rakat kurang beruntung yang lebih dikenal dengan Penyan­dang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk didalamnya orang dengan ke­ca­catan. Sadar dengan kondisi itu, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat diajak untuk turun tangan.

Menurut Suyatno Kabid Pemberdayaan dan Reha­bili­tas Dinas Sosial Sum­bar,­dige­lar pelayanan sosial keliling.  Bertempat di aula Kantor Camat Kapur IX- Kabupaten Limapuluh Kota, kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dengan sasaran 100 orang penyandang disabilitas.

Baca Juga : Door to Door, Karang Taruna TPL Padang Panjang Bagikan Takjil

Suyatno menyampaikan berbagai usaha kesejahteraan sosial yang telah dilaksanakan selama ini bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial. Salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial bagi pe­nyan­dang disabilitas (orang dengan kecacatan). “Dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan sosial, khu­susnya permasalahan sosial orang dengan kecacatan, peme­rintah dalam hal ini Kemen­terian Sosial telah mengu­pa­yakan berbagai penanganan. Penanganan permasalahan sosial orang dengan kecacatan dilaksanakan melalui dua sis­tem.

Yaitu melalui sistem dalam panti dan sistem luar panti. Salah satunya penanganan permasalahan sosial orang dengan kecacatan (ODK) de­ngan sistem luar panti yaitu melalui Kegiatan Unit Pela­yanan Sosial Keliling (UPSK), “katanya.

Kegiatan UPSK meru­pa­kan salah satu alternatif model rehabilitasi sosial luar panti dengan maksud untuk men­dekatkan pelayanan sosial kepada komunitas.

Hal tersebut dianggap perlu­ dimana orang dengan kecacatan memiliki keter­batasan mobilitas serta ak­sesibilitas fasilitas umum yang belum memadai.

UPSK meru­pakan sarana pelayanan yang kegiatannya menjangkau lokasi orang de­ngan kecacatan atau penyan­dang masalah kesejahteraan sosial ( PMKS ) lainnya sam­pai ke tingkat Nagari agar memperoleh pelayanan kese­jahteraan sosial sedini mungkin.

Untuk  itu diperlukan kegiatan yang mampu mem­fasilitasi ODK.

Dimana kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 20 -24 April dan dalam waktu yang singkat ini dilakukanlah kegiatan-kegiatan seperti pe­nyu­luhan sosial, pemeriksaan kesehatan secara gratis, pelak­sanaan kete­rampilan praktis terhadap ODK.  Selain itu pembentukan lembaga Reha­bilitasi Sosial Orang dengan Kecacatan Ber­ba­siskan Ma­sya­rakat (RSODKBM) serta pem­be­rian alat bantu bagi yang mem­butuhkan sesuai alokasi dana yang tersedia seperti Kursi Roda, Tongkat Ketiak, Tong­kat Netra dan alat bantu pen­dengaran setelah pemerik­saan medis. “ terang Suyatno.

Hadir dalam kegiatan UPSK Camat , Kapolsek, Dan Ramil Kapur IX, Kabid Pem­berdayaan Rehabilitasi Sosial Kabupten Limapuluh Kota dan pimpinan Puskesmas Mua­­ro Paiti dan Sialang. (h/nto)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]