Menteri Sosial: Prostitusi Online Gaya Hidup


Selasa, 21 April 2015 - 18:49:01 WIB
Menteri Sosial: Prostitusi Online Gaya Hidup

“Prostitusi online ini ti­dak sekadar untuk peme­nuhan kebutuhan hidup, tapi untuk faktor ekonomi.

Baca Juga : Survei IPO: AHY Masuk Lima Besar Tokoh Potensial di Pilpres 2024, Anies Teratas

Saya melihat pros­titusi online banyak terjadi karena lifestyle,” kata Khofifah.

Sebab, kasus mening­gal­nya Tata Chubi dengan nama asli Deudeuh disebabkan bukan himpitan ekonomi. Sebab, hidup yang mewah menyelimuti keseharian dan kehidu­pan Tata Chuby.

Baca Juga : Pakar Analisis Ucapan Moeldoko 'Diperintah Jokowi': Tak Ubahnya Unjuk Kekuatan

“Kasus Tata, dia bukan termausk yang tidak mampu, dia hidup cukup luxe (me­wah),” ujar Khofifah.

Untuk itu, lanjut dia, identifikasi pada suatu permasalahan sosial di masyarakat sangatlah penting. Permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Baca Juga : Berikut Daftar Pengurus Masyumi Reborn: Ahmad Yani Ketum, Alfian Tanjung Waketum

“Identifikasi diri menjadi penting. Restorasi sosial menjadi pen­ting, butir 9 nawacita, dika­winkan dengan butir 8, res­torasi harus dilakukan dengan proses diseminasi,” ujar Khofifah.

Dengan demikian, dia meminta kepada para perem­puan untuk hidup seperti kemam­puan yang dimiliki.

Baca Juga : AHY Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Bahas Soal Ancaman Demokrasi

Sebab, apabila yang dila­kukan masyarakat seperti itu, dia meyakini tidak ada lagi permasalahan yang terjadi seperti yang menimpa Tata. (h/inl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]