Ratusan Pekerja PT Anam Koto Mogok


Selasa, 21 April 2015 - 19:01:38 WIB
Ratusan Pekerja PT Anam Koto Mogok

Mewakili para pekerja yang mogok, Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Anam Koto, Mul­yadi kepada Haluan mem­benar, pekerja PT Anam Koto melakukan mogok kerja sejak Senin lalu.

Baca Juga : Kadis Dukcapil Kabupaten Pessel Lakukan Sidam ke Unit Kerja Layanan di Kecamatan

Hal tersebut didasari kese­we­nang-wenangan pihak PT Anam Koto kepada pekerjanya sehingga menimbulkan keresahaan dan keti­daknyamanan para pekerja. Se­jumlah hak-hak pekerja juga tidak diberikan perusahaan. Seperti peme­catan ratusan Pekerja Harian Lapa­ngan (PHL) sepihak, tanpa tahu para pekerja sebab dan musababnya mengapa dirinya dipecat.

“Ini jumlahnya sudah ratusan, dengan siasat mereka dilakukan bertahap. Ada yang dalam sehari atau tiga orang,” katanya.

Baca Juga : Distanhortbun Laksanakan Rakor dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Triwulan I

Dia katakan, pemecatan pekerja itu tidak melalui proses atau pro­sedur untuk pemutusan hubungan kerja (PHK) sesuai dengan per­janjian pekerjaan.

“Yang dipecat itu tidak pernah menerima surat peringatan, sudah diberhentikan saja,” tukasnya.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Selain itu, karyawan  juga dite­kan dan diintervensi seperti tidak adanya penghitungan lembur atas kelebihan jam kerja karyawan.

Atas sejumlah kesewenang-wena­ngan pihak perusahaan, mereka tidak bisa menerima dan melakukan mogok kerja. Sembari itu mereka juga membuat pernyataan bersama yang ditanda tangani Forum Nagari Aia Gadang, Forum Nagari Muaro Kiawai, Kepala Jorong, Walinagari Kiawai, Bamus Nagari Kiawai, pucuk dan ketua pemuda serta seluruh pekerja PT Anam Koto yang sepakat melakukan mogok kerja.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 175, Sembuh 172, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Adapun isi pernyataan bersama itu di antaranya, pekerja yang diber­hentikan untuk dipekerjakan kem­bali terutama PHL, perusahaan harap mengikuti prosedur dalam mela­kukan pemutusan hubungan kerja.

Perusahaan harus mem­per­bo­lehkan masyarakat mencari ikan di sekitar perkebunan itu. Meminta THR, tunjangan kesehatan dan tidak ada lagi tekanan dan intervensi kepada karyawan.

Menanggapi hal tersebut Mana­jer PT Anam Koto, Ubban Tarmizi saat mediasi dengan perwakilan pekerja, Selasa (21/4) mengatakan, persoalan yang terjadi pada pekerja PT Anam Koto akan dibicarakan kembali.

Pihak manejemen perusahaan akan membahasnya kembali dan memberikan keterangan lebih lanjut kepada para pekerja.

Di tempat yang sama, Pengawas Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Te­naga Kerja dan Transmigrasi Pasaman Barat, Handra menyam­paikan, pe­rusahaan harus menye­lesaikan per­soalan yang terjadi di PT Anam Koto bersama tenaga ker­janya.

Jika tidak cepat perusahaan menindak lanjutinya, bisa saja per­soalan tersebut sampai ke ranah hukum karena ada unsur pidananya. Tenaga kerja yang dipecat PT Anam Koto harus dilaporkan ke dinas paling lambat hari Kamis depan. Pihaknya juga melimpahkan per­soalan itu ke tingkat provinsi.

“Sudah dua minggu kita minta data karyawan yang dipecat itu, belum juga diberikan. Kita berikan tenggang waktu hingga Kamis de­pan,” tegasnya.

Dia mengatakan, pihaknya atas nama pemerintah daerah komit memperjuangkan hak-hak tenaga kerja di Pasaman Barat. Sebab, hal itu diatur Undang-Undang.

Terpisah, Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K menyampaikan akan menyikapi persoalan yang terjadi di PT Anam Koto bersama tenaga kerjanya. Hal tersebut kata­nya tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena jika betul yang dituntut para karyawan itu, berarti sudah ada kesewenang-wenangan perusahaan.

“Rakyat tidak boleh dirugikan, apalagi menyangkut hidup sese­orang,” ujar Daliyus. (h/dka)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]