Kondisi Pasien Cangkok Ginjal Membaik


Selasa, 21 April 2015 - 19:02:27 WIB
Kondisi Pasien Cangkok Ginjal Membaik

“Kita belum bisa katakan seratus persen, tapi sejauh ini perkembangannya sangat baik, terutama perkembangan reci­pient. Kita sudah tekankan, jika sesuai prosedur dan ketentuan yang ditetapkan, transplantasi akan sangat membantu pen­derita gagal ginjal. Kita masih bisa hidup dengan satu ginjal, asalkan menjaga pola hidup se­hat pasca operasi,” ucap Akmal.

Baca Juga : Nomenklatur Baru, Hendri Septa Kukuhkan dan Lantik 180 Pejabat Eselon II, III dan IV

Mengenai kondisi terkini pasien, ikut dijelaskan Syaiful Azmi selaku ketua tim trans­plantasi ginjal RSUP M Dja­mil. Menurutnya, terdapat tiga fase yang harus dilewati oleh recipient pasca pencangkokan ginjal baru ke tubuhnya. Fase pertama merupakan fase penolakan hyperakut, pada fase ini terjadi penolakan tubuh terhadap organ ginjal baru yang dicangkokkan ter­sebut. Fase kedua adalah fase pe­nolakan kronis. Sedangkan fase ketiga adalah fase penolakan normal.

“Kita sudah memantau, fase penolakan hyperakut itu sudah dilewati oleh pasien, ini adalah fase yang paling sulit. Kita melakukan pantauan sangat intensif pada fase ini, dan hasilnya cukup baik. Saat ini pasien berada pada fase penolakan kronis, kita lihat seminggu ke depan. Jika fase penolakan kronis ini sudah dilewati maka pasien sudah bisa dirawat jalan,” jelas Syaiful.

Baca Juga : Maksimalkan Hasil Panen, Pemko Padang Serahkan 11 Unit Mesin Perontok Padi dari Kementan

Selama menjalani fase-fase terse­but, selain pemantauan pasien juga mengonsumsi obat yang berguna untuk melawan penolakan tersebut. Jika fase penolakan kronis sudah dilewati pasien sudah bisa pulang dan melakukan rawat jalan. Dalam kondisi ini pasien diharuskan me­ngonsumsi obat, semakin stabil keadaan pasien maka dosis obat akan semakin diturunkan pula.

Sementara itu, Dokter Penang­gung Jawab Pasien (DPJP) Harnavi Harun ikut menambahkan, recipient saat ini masih mendapatkan pera­watan intensif di ruang perawatan ICU RSUP M Djamil. Monitoring akan dilakukan selama 8-10 hari sebelum pasien diperbolehkan un­tuk rawat jalan.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

“Ginjal yang dicangkokkan itu sudah mulai bekerja dengan baik, namun belum sampai ke tahapan normal karena masih terjadi peno­lakan. Tim dokter terus melakukan pemantauan secara medis, seperti kondisi ginjal itu sendiri, tensi, darah, urine bahkan sampai psikis. Kita berharap semuanya berjalan lancar hingga 8-10 hari ke depan,” ucap Hanafi.

Sementara itu, sehari sebe­lum­nya dijelaskan oleh Direktur RSUP M Djamil Irayanti kepada Haluan, saat ini RSUP M Djamil dalam sehari menerima pasien cuci darah lebih kurang sebanyak 50 orang dengan hari praktik Senin sampai Sabtu.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

“Dengan tersedianya trans­plan­tasi ini, kita berharap dapat menjadi solusi bagi penderita gagal ginjal yang selama ini mengalami keter­gan­tungan terhadap Hemodialisa (cuci darah),” jelas Irayanti. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]