Transaksi di FL XIII Capai Rp6 Miliar Lebih


Rabu, 22 April 2015 - 19:56:42 WIB
Transaksi di FL XIII Capai Rp6 Miliar Lebih

Bupati Pessel Nasrul Abit, Rabu (22/4) di Painan menga­takan, transaksi terbesar ada­lah sektor makanan, produksi industri kreatif dan jasa. Pem­kab ada yang langsung menye­diakan stand untuk pedagang ada pula yang mendirikan sendiri lapak dan kios di ka­wasan tersebut. Jumlah stand, lapak dan kios pedagang men­capai seribu dan berdiri pada lahan enam hektare di areal parkir Kawasan Wisata Caro­cok Painan.

Baca Juga : Benarkah? Hasil Studi Sebut Anjing Pelacak Bisa Deteksi Covid-19 Seminggu Sebelum Hasil PCR

Dari data yang diperoleh dari panitia semenjak Kamis hingga Senin transaksi sudah mendekati Rp5 miliar, kemu­dian transaksi berlanjut pada hari penutupan sekitar Rp1 miliar lagi.”Jadi Festival Lang­kisau telah mem­berikan dam­pak pada ekonomi masyara­kat,” katanya.

Pantauan Haluan, selain makanan umum maka produk berupa batu cincin dan maka­nan tradisional putu Kambang menjadi primadona. Festival Langkisau kali ini menjadi lahan bagi peburu makanan khas dan batu akik atau batu cincin asal daerah itu.

Baca Juga : Inggris Temukan Lagi 16 Kasus Varian Baru COVID-19, Mengandung Mutasi E484K

Berbagai jenis batu cincin laris manis semenjak Festival Langkisau XIII dibuka Guber­nur Sumbar yang diwakili Plt Sekdaprov. Pedagang batu cincin di arena ini meraup untung besar selama festival berlangsung.

Selain ditampilkan stand sejumlah kecamatan misalnya Pancung Soal, Sutera dan lain lain, maka panitia juga menye­diakan stand khusus bagi peda­gang dan tukang gosok batu akik.

Baca Juga : Selandia Baru Diguncang Gempa Bumi 8,1 SR: Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi

Kepala Dinas Pariwisata Pessel yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Festival Lang­kisau XIII Gunawan Kamis mengatakan, panitia memang menyediakan stand khusus bagi usaha kreatif misalnya pedagang dan tukang asah batu cincin. Posisinya berada agak ke timur, namun bagi keca­matan diurut berdasarkan nomor kecamatan.

“Ternyata stand yang pa­ling banyak dikunjungi adalah stand yang menyediakan jasa asah dan jualan batu cincin. Dan hal itu dapat disaksikan mulai dari pagi bahkan hingga malam,” katanya.

Baca Juga : Miliuner Jepang Ini Cari 8 Orang Teman Traveling ke Bulan, Siapa Berminat?

Dikatakannya, stand yang menyediakan batu cincin ter­masuk stand primadona pada Fetival Langkisau kali ini. Peminat batu cincin dengan mudah mendapatkan jenis batu yang diinginkan.

Selanjutnya Chepon salah satu tukang asah dan pedagang batu cincin yang bergabung dengan stand Kecamatan Su­tera mengatakan, standnya banyak peminat. Ia bahkan mengaku kewalahan melayani pelanggan. Tidak kurang tran­saksi hingga Rp5 juta sehari.

Selain menggosok batu, Chepon juga menyediakan beraneka batu misalnya batu Ujung Tanjung, batu Gunung Rajo dan batu Tapan. Batu Ujung Tanjung dihargai berda­sarkan motif.

engunjung Festival Lang­kisau XIII 2015 juga diman­jakan dengan kehadiran stand yang menyediakan makanan dan cemilan tradisional. Setiap stand dari 15 kecamatan bah­kan rata-rata menyuguhkan makanan tradisional.

Pantauan media ini maka­nan khas asal Kecamatan Le­nga­yang yakni Putu Kambang mendapat perhatian tersendiri dari penikmat kuliner tradi­sional. Di stand Lengayang tampak pembeli putu antri untuk mendapatkan pesanan.

Ros, pedagang putu di Stand Lengayang menyebut­kan, ia sudah berdagang putu semenjak hari pertama hingga penutupan.  (h/har)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]