Bukittinggi Bertekad Raih Piala Adipura yang Hilang


Rabu, 22 April 2015 - 19:57:05 WIB
Bukittinggi Bertekad Raih Piala Adipura yang Hilang

Agar piala Adipura itu kembali ke Kota Bukittttinggi, pada penilaian tahap kedua ini Bukittinggi harus bisa  meraih nilai 75, sesuai dengan nilai standar yang telah ditetapkan KLHK di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Sebanyak 27.419 Orang di Sumbar Telah Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

“Meski sudah sekian tahun piala Adipura tidak bersemayam di Bukittinggi, namun kita optimis tahun ini piala Adipura sebagai lambang supremasi tertinggi bagi kota ter­bersih berwawasan lingkungan hidup, harus diboyong kembali ke kota wisata ini. Oleh karena itu diperlukan dukungan dari semua stakeholder yang terlibat serta masyarakat,” ujar Kepala Kantor Lingkungan hidup (KLH) Kota Bukittingi, Mardison kepada Haluan di ruangannnya, Rabu (22/4). Mardison men­jelaskan, sebelumnya Bukittinggi pernah memboyong piala Adipura  secara berturut-turut dalam kurun waktu lima tahun, yakni pada tahun 1991-1995. Atas keberhasilan Bukittinggi meraih Adipura dalam 5 tahun itu, tahun 1996-1997 Bukittinggi berhasil meraih Adipura Kencana.

Lalu, tahun 1998, penilaian Adipura tidak dilaksanakan sehubungan dengan terjadinya reformasi. Setelah reformasi maka terjadi perubahan sistem penilaian Adipura, yang salah satu diantaranya tidak dibolehkan membuang sampah secara open dumping (sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa ada per­lakuan apapun, red). Dengan terjadinya perubahan tersebut, baru tahun 2013 Bukit­tinggi mulai membuang sampah ke TPA regional secara sanitary landfill di Paya­kumbuh.  “Oleh sebab itu semenjak reformasi hingga sekarang piala Adipura tidak bese­mayam lagi di Bukittinggi. Insyaallah tahun ini, piala Adipura yang telah hilang itu akan kita boyong kembali,” ujar Mardison.

Baca Juga : Kasus Positif Corona di Sumbar Bertambah, Total 29.098 Kasus

Menurutnya, pada penilaian Adipura, 95 persennya dinilai dari fisik dan 5 persennya lagi dari non fisik seperti penilaian or­ganisasi pengelola kebersihan dan penganggaran dana di bidang kelestarian lingkungan hidup serta dukungan dari pemerintah kota yang dibuktikan dengan dokumen-dokumen.

“Menjelang penilaian tahap ini, kita berharap kepada warga kota untuk dapat men­jaga kebersihan lingkungan kota. Ke­bersihan kota tidak hanya menjadi kewajiban warga kota tapi juga semua stakeholder yang ada. Kita  juga mengimbau kepada ma­syarakat untuk senantiasa menjaga keber­sihan lingku­ngannya,” ungkap Mardison. (h/tot)

Baca Juga : Hijab Bukan Halangan bagi Perempuan untuk Belajar Diving

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]