Pemindahan PKL Pasar Bandar Buat Tak Jelas


Rabu, 22 April 2015 - 20:14:11 WIB
Pemindahan PKL Pasar Bandar Buat Tak Jelas

“Memang persoalan di pasar satelit tersebut hingga sekarang, memang sedikit susah mengurainya. Persoalannya tidak hanya PKL saja, tapi pihak ketiga yang belum menuntaskan pekerjaanya,” terang Mahyeldi.

Baca Juga : Manambang, Tradisi Mencari THR saat Lebaran di Padang

Ke depan, Pemko akan menawarkan ke pihak ketiga dalam kelanjutan pembangunan Pasar Bandar Buat. Karena, kontraktor saat ini sudah tidak diperpanjang lagi kontraknya. Disebutkannya, beralihnya pedagang dari lantai dua ke lantai satu, dikarenakan tidak memadainya fasilitas di lantai atas itu. Nanti setelah dikelola kembali pembangunan pasar oleh pihak ketiga, para pedagang akan kembali menempati lantai dua pasar tersebut.

“Ini semuanya butuh dukungan dari masyarakat. Karena yang parkir dan berjualan di pasar itu, orang Bandar Buat juga. Tentu, ini perlu kita perhatikan dan secara bertahap akan kita rapikan,” kata wako.

Baca Juga : Hari Ketiga Lebaran, Jalanan Kota Padang Lengang

Sementara Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu menyebutkan, pedagang Pasar Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki), Kota Padang, mau pindah, asal investor pembangunan pasar baru melengkapi seluruh fasilitas yang menjadi komitmen awal pembangunan pasar dengan bangunan modern.

“Pedagang mau saja pindah, tapi lengkapi dulu fasilitas yang menjadi komitmen investor dengan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, pada awal dimulainya pembangunan pasar dengan konstruksi modern tersebut,” ujarnya.

Kalau tidak, maka jangan heran pedagang yang selama ini berjualan di lapak-lapak atau kios lama tidak mau dipindahkan. DPRD Padang sendiri, mensuport ke­beradaan Pasar Bandar Buat yang nyaman dan tidak semrawut seperti selama ini.

“Kalau untuk dipindahkan ke bangunan baru sudah sangat mendesak, karena dengan kondisi pasar sekarang yang semrawut juga berandil mengganggu aktifitas lalulintas di depan pasar,” sebutnya.

Tapi, kata kader Golkar ini, pihak pemerintah harus menempatkan kepentingan pedagang di atas segalanya. “Jangan sampai terjadi pemaksaan, apalagi melakukan intimidasi. Saya jamin pasti akan menimbulkan perlawanan,” jelasnya.

Selain itu, katanya, pihaknya juga mewanti-wanti Dinas Pasar untuk menjadi mediator handal antara pedagang dengan investor, mulai dari harga bangunan maupun kelengkaan fasilitas dari pasar yang baru itu. Karena pedagang tahu, kalau sebelum membangun pasar dengan bangunan baru, pihak investor sepakat dengan Pemko Padang melengkapi semua fasilitas.

“Ini harus diverifikasi dulu, apakah sudah menempati janjinya atau tidak. Jangan sampai kontrak ditandatangani pedagang, tapi fasilitas pendukung dari pasar itu belum terpenuhi,” ungkapnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]