Pendidikan Gratis Masih Sisakan ‘PR’


Rabu, 22 April 2015 - 20:15:00 WIB
Pendidikan Gratis Masih Sisakan ‘PR’

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi menuturkan, anggaran pro­gram pendidikan gratis selalu meningkat setiap tahun. Awal program ini diberlakukan ha­nya Rp42 miliar pada tahun 2014 lalu, sekarang sudah naik menjadi Rp70 miliar.

Baca Juga : Ada Pos Pelayanan Prokes di Pasar Raya Padang

“Pelaksanaan pendidikan gratis di Kota Padang telah menjangkau 121.714 siswa dari 410 sekolah negeri semua tingkatan. Pendidikan gratis ini, juga direncanakan secara bertahap agar dapat me­nyen­tuh sekolah swasta dan sekolah di bawah Kementerian Agama atau minimal memberikan beasiswa terhadap siswa ber­prestasi yang kurang mampu,” urai Habibul Fuadi pada suatu kesempatan.

Dikatakannya, masih ba­nyak yang harus dibenahi dari pendidikan gratis program Mahyeldi-Emzalmi. Karena, ketika program gratis diber­lakukan, angka putus sekolah diharapkan menurun.

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran CPNS 2021 di Padang Belum Jelas

Sementara Kepala Lem­baga Penjaminan Mutu Pen­didikan (LPMP) Sumbar, Prof. Dr. Jamaris Jamna, M.Pd, menga­takan, implementasi pen­didikan gratis diibaratkan dengan filososfi anak kos yang diundang ke pesta. Meskipun tidak membawa kado, tapi bisa memperbaiki gizi.

“Artinya, pendidikan gratis harus tetap memperhatikan kualitas. Sebab, sebuah ‘pesta pendidikan sudah disiapkan sematang mungkin oleh pa­nitia, dalam hal ini SKPD terkait di dalamnya,” kata Ketua LPMP Sumbar itu.

Baca Juga : Dilepas Rektor UIN IB Padang, Jenazah Masnal Zajuli Dimakamkan di Tanah Datar

Program pendidikan gratis, juga mendapat sorotan dari perpanjangan tangan rakyat DPRD Kota Padang. Me­nu­rut­n­ya, program pen­didi­kan gra­tis ini ja­ngan berdampak kepa­da guru honor. Pasalnya, ho­norium guru honor selama ini diambilkan dari sum­ba­ngan wali murid yang dipungut komite sekolah. Tak hanya itu, pen­didikan gratis juga me­ngancam beberapa kegiatan yang selama ini ditunjang pen­danaannya melalui komite sekolah, honor tambahan bagi guru yang memberikan pela­jaran tambahan bagi siswa.

Wakil DPRD Padang, Wah­yu Iramana Putra me­nga­­ta­kan, Pemerintah Kota (Pem­ko) Padang diminta agar pen­didikan gratis yang men­jadi program unggulan kepala da­erah, tidak mengurangi mutu pendidikan. “Kita men­gingatkan, jangan sampai pro­gram pendidikan gratis berim­bas pada mutu pendi­dikan di kota ini,” urainya.

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

Dikatakan Wahyu, pro­gram pendidikan gratis sebe­narnya bertujuan untuk men­se­jahterakan warga kota di bidang pendidikan. Namun, program pendidikan gratis tersebut bisa saja berdampak kepada gairah guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Pendidikan gratis akan menyebabkan kualitas pendi­dikan jadi berkurang. Pemko harus jeli menyikapi persoalan ini, sehingga program yang bertu­juan mulia tidak berdam­pak buruk pada mutu pendidikan.

Dikatakan Wahyu, sebe­narnya Pemko Padang belum mampu menerapkan program pendidikan gratis. Sebab, kalau semuanya digratiskan dan ditanggung oleh APBD, maka Pemko Padang bisa bangkrut.

“Saya mengusulkan, bukan gratis bagi semua murid, tetapi dilakukan subsidi silang. Di mana wali murid yang kaya tetap dikenakan biaya sekolah, sedangkan yang miskin baru digratiskan,” tutupnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]