Disnakertrans Bantah Pengangguran di Sumbar Meningkat


Rabu, 22 April 2015 - 20:24:01 WIB
Disnakertrans Bantah Pengangguran di Sumbar Meningkat

Ditambahkannya, angka TPT 2014 sebesar 6,50 penga­lami penurunan dibanding tahun sebelumya yaitu 7,02 persen. Akan tetapi angka pengangguran terbuka di Sum­bar masih berada di atas per­sen­tase nasional.

Baca Juga : Sidak ASN Pemko Padang, Arfian: Tingkat Kehadiran Mencapai 99 Persen 

“Jumlah lulusan memang banyak per tahunnya, namun tidak semuanya terserap di dunia kerja,” ujarnya.

Dilanjutkannya, Disna­ker­trans terus berusaha untuk menurunkan angka pe­ngang­guran terbuka dengan meng­a­rahkan lulusan baru untuk menjadi enterpreneur atau wiraswasta baru. Ini dilakukan melalui pelatihan-pelatihan dan pembekalan softskill.

Baca Juga : Setelah Ambulance untuk Palestina, Kota Padang Kembali Salurkan Bantuan Sebesar Rp100 Juta 

“Pembekalan ini kita la­kukan melalui Balai Latihan Ker­ja (BLK). Kita juga men­coba mensinkronkan dengan Lem­baga Pelatihan Kerja Swas­ta (LPKS) yang ada di Sumbar. Sehingga nantinya pengangguran terbuka di Sum­bar ditekan,” paparnya.

Tahun 2015 ini Di­s­na­ke­r­trans menyediakan Rp4 miliar lebih untuk pelaksanaan pe­latihan bagi pencari kerja atau pun bagi masyarakat yang akan memulai membuka usaha. BLK provinsi maupun da­­erah meng­klaim telah mam­pu membe­rikan pelatihan kepada 11.000 pencari kerja setiap tahunnya. Dikatakan Sofyan, para pen­cari kerja ini ada yang telah mampu berusaha mandiri dan ada kirim bekerja di luar Sum­bar. Perso­alan pengang­guran menurutnya, merupakan tang­gung jawab semua pihak. Jadi, sangat tidak mungkin untuk mengentaskan pengang­guran hanya diserahkan ke satu pihak saja.

“Tahun ini saja kita telah me­ngirim 50 orang tenaga kerja asal Sumbar untuk bekerja di di Batam. Tahun 2014 lalu kita juga telah mengirim beberapa kali dengan jumlah yang ber­beda setiap pem­berang­ka­tan,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Asis­ten II Pemprov Sumbar, Syafruddin ke­pa­da Ha­luan me­nga­takan, persoalan pengangguran tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja. Persoalan pengangguran di Sumbar seharusnya dilihat dari berbagai aspek.

Menurutnya, karakter ma­syarakat Minang suka bekerja mandiri daripada menjadi peke­r­ja upahan di industri padat karya. “Pengangguran di Sumbar tidak identik dengan kemiskinan. Masih banyak yang mengaku pengangguran tetapi masih ma­kan di res­toran,” paparnya.

Angka pengangguran ter­buka di Sumbar yang berada di rentang 5 – 7 persen dika­takan Syafruddin itu masih normal. Akan tetapi apabila sudah berada di angka 10 persen itu baru dikategorikan berbahaya. “Laju Pertumbuhan Eko­nomi (PE) kita setiap tahun pun cenderung meningkat. Malahan di atas rata-rata na­sional. Kalau PE meningkat tentu serapan tenaga kerja pun akan banyak,” ujarnya.

Ke depan kata Syafruddin, penyediaan lapangan peker­jaan dengan jumlah lulusan dari perguruan tinggi memang harus disinkronkan. Sehingga diharapkan akan bisa menekan angka TPT. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]