Kontras: Posisi Badrodin Terancam


Rabu, 22 April 2015 - 20:25:26 WIB
Kontras: Posisi Badrodin Terancam

Jika situasi itu terjadi, kata dia, maka tak tertutup kemungkinan ada kebijakan yang bertentangan dengan pemikiran Badrodin sebagai Kapolri. Apalagi, kata dia, Budi Gunawan memiliki pengalaman buruk dengan menciptakan konflik antarlembaga hukum antara KPK dan Polri.

Baca Juga : Survei IPO: AHY Masuk Lima Besar Tokoh Potensial di Pilpres 2024, Anies Teratas

“Badrodin Haiti mengakui (Polri) menurun karena kisruh KPK Polri jilid ketiga. Itu terjadi akibat Budi Gunawan,” ujar dia.

Selain itu, kata dia, jabatan sebagai Wakapolri merupakan jaba­tan strate­gis, yang bisa saja nantinya digunakan Budi Gunawan untuk melakukan upaya balas dendam dengan pihak-pihak yang menen­tangnya dalam pencalonan Kapolri lalu.

Baca Juga : Pakar Analisis Ucapan Moeldoko 'Diperintah Jokowi': Tak Ubahnya Unjuk Kekuatan

“Otoritas yang dimiliki dua jabatan tersebut dapat saja meme­rintahkan para bawahannya atau mengarahkan institusinya untuk melakukan tindakan kriminalisasi atau operasi khusus yang ditujukan kepada pihak-pihak yang dinilai telah menggagalkan upaya penca­lonannya sebagai Kapolri,” tandas dia.

Pelantikan BG sendiri berlang­sung tak seperti lazimnya pelantikan ter­hadap pejabat tinggi kepolisian. Bia­sanya, pelantikan pejabat kepo­lisian digelar di sebuah ruangan yang luas, mampu menampung banyak orang, dan diisi dengan pidato petinggi Polri.

Baca Juga : Berikut Daftar Pengurus Masyumi Reborn: Ahmad Yani Ketum, Alfian Tanjung Waketum

Budi dilantik di sebuah ruangan yang sempit dan sunyi. Hal itu diungkapkan salah seorang Komi­sioner Kompolnas Muhammad Nasser yang menghadiri pelantikan Budi Gunawan. Pelantikan juga berlangsung tertutup bagi media. Nasser hadir bersama komisioner lainnya, Edi Hasibuan.

“Begitu saya naik ke ruangan di lantai 2 itu, saya kaget juga, rua­ngannya sempit sekali,” ujar Nasser, seusai pelantikan Budi Gunawan, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/4).

Baca Juga : AHY Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Bahas Soal Ancaman Demokrasi

Menurut dia, perwira tinggi Polri yang hadir adalah bintang tiga, bintang dua, dan bintang satu. Tak semua perwira tinggi menghadiri pelantikan tersebut. Nasser menga­takan, ia dan Edi pun hanya kebagian tempat di bagian pojok dan nyaris tak bisa melihat proses pelantikan Budi.

Selain tempat yang lain dari biasa­nya, Nasser mengatakan, pe­lan­tikan tersebut juga sunyi. Sunyi yang dimaksudnya adalah tidak adanya kata sambutan yang pada umumnya dilakukan oleh Kapolri sebagai pimpinan tertinggi. “Tidak ada pidato-pidato. Lang­sung ke poin acara. Hanya laporan, pengambilan sumpah jabatan, sele­sai,” ujar Nasser.

Namun, kesan tertutup ini diban­tah Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan, kepada awak media, Anton berkelit.  “Bukan tertutup, kalo tertutup nggak mung­kin saya umumkan kepada rekan-rekan media,” tuturnya.

Ia berharap dengan ditunjuknya Budi Gunawan sebagai Wakapolri dapat menyelesaikan persoalan bangsa, dan dapat memperbaiki citra polisi ledepannya lebih baik lagi (berita terkait halaman 19).

“Kami minta mohon doa restu­nya, mudahan-mudahan pasangan Badrodin Haiti dan Budi Gunawan dapat bekerjasama dan dapat me­ning­katkan soliditas Polri,” pa­parnya.

Pelantikan ini sendiri awalnya tak diketahui Presiden Joko Wido­do. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, mengatakan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti belum memberikan surat pemberitahuan kepada Presiden. “Saya sudah cek Setneg belum menerima surat dari Kapolri,” kata Pratikno dalam pesan singkatnya, Rabu, kemarin.

Namun, perkembangan ini dilu­ruskan oleh Jokowi sendiri. Jokowi mengaku sudah mendapat laporan tentang pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri. Setelah pelantikan dilakukan presiden meminta institusi polri segera melakukan konsolidasi ke dalam dan memperbaiki kinerja.

“Saya perintahkan kepada Kapo­lri untuk melakukan konsolidasi kelembagaan, dan saya beri ke­sempatan kepada Kapolri untuk memperkuat kinerja Polri,” ujar Jokowi di gedung Jakarta Conv­en­tion Center (JCC)

Sebelum BG dilantik, Kapolri Jend. Badrodin Haiti sempat berte­mu presiden untuk berkonsultasi mengenai kandidat Wakil Kepala Polri yang diusulkan Dewan Jabatan Tinggi. Nama yang dilaporkan ke presiden adalah Budi Gunawan, Kepala Lem­baga Pendidikan Polri, ketika itu.

“Sudah bertemu. Dan saya juga sudah perintahkan untuk mem­perbaiki baik kelembagaan, meka­nisme kerja di internal, kemudian juga pengawasan, kemudian pem­behanan SDM-SDM yang ada,” lanjut presiden. (h/dn/mat/net)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]