100 Hektare Lahan Sawah di Palembayan Tak Tergarap


Kamis, 23 April 2015 - 18:50:22 WIB
100 Hektare Lahan Sawah di Palembayan Tak Tergarap

“Dulu sawah itu merupakan sum­ber perekonomian utama masyarakat setempat, tetapi kemudian diting­galkan  karena untuk mengolahnya memerlukan ongkos tinggi dan sulit membawa hasil ke tempat pemuki­man. Untuk memper­baiki jalan ke lokasi persawahan telah beberapa kali diajukan proposal untuk memperoleh bantuan perbaikan ke pemerintah tapi belum juga ada res­pon,” kata Naswendi, Kamis (23/4).

Baca Juga : Wabup Pessel Resmikan Masjid Ar-Rahman Rawa Bubur Tapan

Akibat sulit dimanfaatkannya sawah tersebut, kini masyarakat setem­pat beralih ke usaha perkebunan karet, kemiri, kulut manis, pisang dan lain­nya. Dengan beralihnya pemanfaatan sumber daya alam, Jorong Koto Tinggi pun dikenal dengan penghasil kemiri dengan luas lahan sekitar 500 hektare. Dengan memecah kemiri warga bisa mendapat upah Rp50.000 per orang per hari.

“Juga akibat kesulitan pereko­nomian saat ini warga Koto Tinggi banyak  merantau. Sementara warga yang tinggal di kampung hanya sekitar 600 jiwa atau sepertiga dari jumlah penduduk keseluruhan. Namun keba­nyakan perantau masih mengolah lahannya di kampung dengan meng­upah­kannya kepada orang lain,” ung­kap wali nagari.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Virus Corona di Sumbar: Positif 169, Sembuh 162, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Jorong Koto Tinggi merupakan salah satu daerah terpencil di Keca­matan Palembayan, terletak 12 Km dari jalan raya utama. Jalan menuju lokasi cukup sulit karena sekitar 3 Km lagi jalannya dalam keadaan buruk.

Selain Koto Tinggi daerah ter­pencil lainnya di kecamatan ini adalah Jorong Data Nagari Baringin, Tompek dan Maua di Nagari Salareh Aia. (h/ks)

Baca Juga : Safari Ramadan, Gubernur: Yang Menguatkan Iman dan Adab adalah Alquran

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]