Pemanfaatan Kantor Baru LKAAM Sumbar


Kamis, 23 April 2015 - 19:00:44 WIB
Pemanfaatan Kantor Baru LKAAM Sumbar

Syamsul Maarif berharap keberadaan gedung baru LKAAM Sumbar dapat menjadi penyejuk bagi masyarakat Sumbar, terutama bagi niniak mamak. Ia tidak mau mendengar setelah gedung ini dibangun akan muncul pertengkaran soal ruangan dan lain sebagainya. Dia sangat berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik bagi kegiatan adat dan budaya.

Tentu saja harapan dari Kepala BNPB Syamsul Maarif sangat berdasar dan pada hakikatnya juga sejalan dengan keinginan masyarakat Sumbar. Keberadaan gedung baru itu semestinya dapat mendorong LKAAM dalam melaksakan tugas dan fungsinya dengan baik. Sehingga peran dan tugas LKAAM Sumbar di tengah-tengah masyarakat dapat berjalan dengan optimal untuk membumikan adat dan budaya Minangkabau.

Baca Juga : Banpres Produktif Tahap II Segera Dibuka, Sasar 3 Juta UMKM

Kerisauan dan kegelisahan masyarakat Sumbar saat ini atas fakta bahwa ternyata Adat Basandi Syarak, Sarak Basandi  Kitabullah (ABS SBK) lebih banyak menjadi slogan ketimbang menjadi acuan dalam kehidupan. Sulit sekarang mencari generasi yang tahu dengan jalan mendaki, menurun, mendatar dan melereng. Program-program LKAAM  Sumbar dapat berjalan sehingga bisa menjadi estapet bagi pe­ngembangan dan pendalaman adat  dan budaya.

Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Datuak Rajo Pangulu mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat melalui BNPB untuk rehap rekon yang ada di Sumbar, terutama untuk gedung LKAAM. Peresmian gedung LKAAM Balairung Marawa Basa terasa special karena bertepatan dengan ulang tahun LKAAM ke-49 tahun.

“Gedung LKAAM yang lama sudah rusak, walaupun masih bisa dipakai. Namun, kalau kami di sana ada ketakutan akan runtuh bila terjadi gempa,” ujarnya.

Permohonan pembangunan gedung LKAAM berdekatan dengan masjid Masjid Raya Sumbar permintaan LKAAM sendiri. Direncanakan tak jauh dari lokasi juga akan dibangun medan nan bapaneh. Tempat ini nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan silang sengketa dan mengajarkan filosofi ABS-SBK.

Gedung LKAAM Balairung Marawa Basa memiliki 16 fungsi yakni lambang kebanggaan dan kebesaran adat Minangkabau, pusat informasi adat dan budaya alam Minangkabau, museum terbuka dan apotek hidup alam takambang jadi guru, simbol jati diri orang Minangkabau, pusat informasi dan dokumentasi edukasi seni, permainan anak nagari dan rekreasi, menyimpan benda- benda sejarah dan purbakala.

Selain itu, menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), sarana pemersatu bangsa secara nasional dan internasional, tempat upacara adat dan seremonial adat lokal dan internasional, tempat pembelajaran induk ranji atau ranji kemulian suku orang  Minangkabau, pusat kuliner khas Minangkabau dan pemasarannya, posko perjuangan provinsi daerah  istimewa Minangkabau (DIM), dan etalase atau pusat gebyar pesona batu akik.

Karena letak Gedung LKAAM Sumbar yang baru berdampingan dengan Masjid Raya Sumbar, diharapkan dapat saling dukung antara satu dengan yang lainnya. Di satu sisi peran dan tujuan adat dan budaya tercapai begitu pula dengan tujuan dan peran memakmurkan Masjid Raya Sumbar.  **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]