Merusak Lingkungan, Pemko Larang Pemotongan Bukit


Jumat, 24 April 2015 - 20:14:04 WIB
Merusak Lingkungan, Pemko Larang Pemotongan Bukit

Sepertinya oknum pe­ngu­saha tambang galian C yang melakukan penambangan atau pengurukan tanah di bukit Pa­lano, Jalan Diponegoro, se­belumnya tetap beraktivitas melakukan pemo­tongan bukit tanpa izin. Sehingga Pemko melalui Kantor Lingkungan Hidup memanggil yang ber­sang­kutan dan me­merin­tah­kan meng­­hentikan aktifitas penam­bangan karena belum memiliki izin.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Dikatakan, pemilik lahan itu berani melakukan aktivitas penambangan, karena ber­dalih sudah mempunyai izin prinsip yang dikeluarkan wali­kota. Tapi setelah diteliti, ternyata izin prinsip tersebut sudah kadar­luarsa. Lagi pula untuk me­motong bukit di sepanjang jalur jalan nasional harus ada izin lingkungan. “Kita tidak me­lakukan tebang pilih, “ung­kap Syamsurial menam­bah­kan.” Pe­motongan bukit yang tid­ak memiliki izin itu, sudah tentu terlarang, ditandai dengan berdirinya papan plang la­rangan dari Pemko. Walau begitu sebe­lumnya masih ada saja ak­tifitas pemotongan bukit ter­sebut. Lagipula pe­mo­to­ngan bukit serampangan ber­dam­pak buruk terhadap ling­ku­ngan, selain itu ceceran tanah di jalan aspal mampu me­ngun­dang kece­la­kaan,”ulasnya.

Berdasarkan pantauan Ha­luan, Jumat kemarin, di lokasi tidak terlihat lagi aktivitas para penambang atau pemotongan bukit, baik alat berat maupun truk pegangkut tanah tidak terlihat lagi di lokasi. Bukit palano tersebut, kini sebagian besar sudah botak, utamanya yang berada di pinggiran jalan Diponegoro. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]