Gedung Parkir Megah Bukittinggi Belum Dilirik Pengunjung


Jumat, 24 April 2015 - 20:15:03 WIB
Gedung Parkir Megah Bukittinggi Belum Dilirik Pengunjung

“Jika parkir disana, se­mentara kami mau ke Jam Gadang, itu rasanya terlalu jauh. Tambah lagi kami harus berjalan kaki. Jika bawa barang lebih repot lagi,” ucap Didi, salah seorang pengunjung di kawasan Jam Gadang kepada Haluan, Jumat (24/4).

Baca Juga : Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh di Sumbar Bertambah 242 Orang, Total 37.002 Kasus

Tak hanya itu, menurut Didi, sebagai gedung parkir yang baru diresmikan pada Januari 2015 ia melihat sarana prasarana masih kurang, se­hingga khawatir dengan kea­manan kendaraan disana.

Kepala Dinas Perhu­bung­an Komunikasi dan Infor­matika (Dishubkominfo) Kota Bukittinggi Ibentaro Samudra mengatakan, gedung parkir tersebut masih dalam tahap uji coba dan sosialisasi kepada pengunjung. Untuk meng­opti­malkan peng­unaan­nya, Dis­hub­kominfo akan meng­inten­sifkan petugas par­kir dan melakukan penga­wasan la­pangan.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Pasien Positif Bertambah 230 Kasus

“Dalam masa uji coba ini,  Dinas Perhubungan dibe­ban­kan PAD sebesar Rp300 juta dari gedung parkir. Uji coba ini akan berlangsung hingga men­jelang lebaran nanti,” ujar Ibentaro Samudra kepada Haluan, Jumat  (24/4).

Menurutnya, secara fisik gedung parkir yang repre­sentatif itu sudah selesai di­bangun dengan kondisinya yang sangat megah. Sebelum gedung parkir itu dioperasikan sebagaimana layaknya, sambil menunggu berbagai alat ke­lengkapan di dalamnya, perlu dilakukan uji coba untuk melihat secara pasti kapasitas kendaraan yang bisa di­tam­pung.

Dalam tahap uji coba ini, peran Dishubkominfo Bukit­tinggi hanya sebatas memantau dan mengawasi. Sementara dalam pengelolaan parkir dise­rahkan ke UPTD Terminal dan Parkir  dengan meli­bat­kan pemuda yang biasa menge­lola parkir di Jalan Perintis Kemerdekaan. Na­mun demi­kian, pihaknya memastikan  segala pema­sukan dari hasil parkir dige­dung parkir itu akan masuk ke kas daerah.

“Memang untuk penge­lolaan parkir di gedung parkir itu dikelola juru parkir di kawasan tersebut.  Kami tidak melarang mereka untuk menge­lola sepanjang sesuai dengan ketentuan yang kami tetapkan, terutama untuk sewa parkir. Silahkan kelola parkir itu dengan baik, dan menjaga keamanan. Jika ada setoran yang kami terima dari hasil parkir mereka, maka kami setorkan langsung ke kas dae­rah,” ujar Ibentaro.

Menurutnya, untuk me­mak­simalkan pemanfaatan gedung parkir  yang refre­sentatif itu, sekaligus mengejar target yang dibebankan terha­dap gedung parkir,  maka pada tahun ini Pemko Bukittinggi telah  menghapus beberapa titik parkir resmi  yang men­jadi sumber PAD dari sektor retri­busi. Di antaranya di Jalan Imam Bonjol depan tugu pah­lawan tidak dikenal, depan kantor DPRD,  dan di Jalan Yos Sudarso depan Bank Na­gari.  Penghapusan titik parkir itu bertujuan untuk menga­rahkan kendaraan  yang parkir ke gedung parkir, sehingga kesemrautan dan kemacetan tidak terjadi.

Dirinya menambahkan, menjelang lebaran nanti ke­leng­kapan berbagai sarana dan prasarana di gedung parkir juga akan dilengkapi, seperti petu­gas satpam, CCTV, clea­ning service, marka dan rambu-rambu, genset, serta mesin ticketing untuk biaya parkir. Disamping itu ke depannya juga akan diberlakukan kawa­san parkir eksekutif serta parkir bulanan bagi langganan parkir. Untuk parkir bulanan ini dibayar langsung melalui kas daerah.

“Jika semua keleng­kapan­nya sudah terpenuhi maka pengelolaannya bekerjasama dengan pihak ketiga sehingga nantinya dapat dikelola secara profesional. Untuk tarif parkir sendiri juga sudah ditentukan dengan ketentuan untuk satu jam pertama sebesar Rp3.000, dan dua jam berikutnya di­tambah Rp3.000 lagi dan be­gitu selanjutnya,” tutup Ibentaro. (h/tot)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]