Pengelolaan Pariwisata Pessel Layak Dicontoh


Jumat, 24 April 2015 - 20:31:08 WIB
Pengelolaan Pariwisata Pessel Layak Dicontoh

“Pada 2013 jumlah pengunjung itu 116.000 orang. Bandingkan dengan jumlah yang tercatat selama 2014 yaitu sebanyak 1.500.000 lebih wisatawan yang singgah ke destinasi wisata kita seperti Painan dan Kawasan Wisata Mandeh. Ini tentu peningkatan yang amat  menggembirakan,” ucap Nasrul kepada Haluan, Jumat (24/4).

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Ia menambahkan, peningkatan dari segi retribusi atau pendapatan pemerintah dari sektor pariwisata juga terlihat jelas. Jika selama 2013 pendapatan hanya Rp40 juta, selama 2014 meningkat pesat mencapai Rp1,4 miliar. “Tentunya peningkatan ini sangat menggembirakan, belum lagi Kawasan Wisata Mandeh akan menjadi Taman Nasional Laut (TNL) Mandeh,” lanjutnya

Menanggapi perkembangan tersebut, Pengamat pariwisata Sumbar Ian Hanafiah mengatakan, Ia dan segenap pelaku usaha pariwisata Sumbar mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata sehingga dapat menarik banyak wisatawan untuk datang. Namun Ian tetap mengkritisi beberapa hal terkait pengelolaan agar semakin lebih baik.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

“Sejauh ini, artinya setahun ke belakang wisata Pessel berkembang baik. Potensinya bagus, perhatian pemerintah sudah terlihat jelas dan masyarakat sudah mulai me­nunjukkan sikap sadar wisata yang diharapkan. Hanya saja, saya yakin wisata Pessel tidak hanya sekedar itu saja, bisa lebih baik dari itu,” ucap Ian.

Ian mengatakan, saat ini wisatawan yang datang masih didominasi oleh wisatawan domestik. Artinya, perlu perhatian dan pekerjaan lebih untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara. Pessel tidak boleh hanya berpuas diri dengan apa yang diraih saat ini, harus ada peningkatan nyata dengan syarat menutupi semua kekurangan yang masih ada.

“Sarana pendukung harus semakin dilengkapi, te­rutama dalam hal menyediakan tempat meningap bagi pengunjung. Kalau hotel mungkin butuh investor, minimal harus ada homestay yang dikelola dengan baik oleh masyarakat yang telah teredukasi dengan baik soal kelengkapan, keramahan dan pelayanan yang baik. Kalau pelayanan homestaynya bagus, pengunjung semakin ramai. Investor pasti akan datang dengan sendirinya,” lanjutnya.

Selain sarana penginapan, tambahnya, diperlukan juga pengembangan wisata kuliner yang baik. Hal yang harus diutamakan dalam hal ini adalah soal rasa, kebersihan dan hindari praktek kalkulator rusak (mematok harga yang tidak wajar).

“Pelaku usaha pariwisata merasakan sekali per­kembangan wisata di Pessel, pengelolaannya pantas menjadi acuan bagi sebagian daerah kabupaten/kota lain yang memiliki potensi wisata lain. Contoh yang akan diambil adalah perhatian dan pengelolaannya, bukan teknisnya karena tiap daerah di Sumbar punya potensi wisata yang berbeda,” tutupnya. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]