Demi Emas, Rampok Bunuh Nenek


Jumat, 24 April 2015 - 20:31:35 WIB
Demi Emas, Rampok Bunuh Nenek

Peristiwa naas itu, diper­kirakan terjadi pukul 02.30 WIB, Jumat (24/4). Menurut Wirdalis, ia tidur di kamar terpisah dengan ibunya. Ketika malam sudah semakin larut, tidurnya terusik karena men­dengar  suara gaduh.

Baca Juga : Kadis Dukcapil Kabupaten Pessel Lakukan Sidam ke Unit Kerja Layanan di Kecamatan

“Saya terbangun, karena men­dengar bunyi kucing berkelahi dan heboh. Lantas saya ingin melihat keluar. Baru saja saya buka pintu kamar, ternyata sudah berdiri seseo­rang pakai sebo dan langsung men­cekik leher saya dan menyeret saya ke ruang tamu. Ketika itu saya lansung diikat dengan kain pada kaki dan tangan saya. Kemudian mulut saya disumpal dengan lakban.

Ditemui Haluan di kedia­man­nya, Wirdalis masih terlihat syok atas tekanan yang ia alami sepanjang malam naas itu. Belum lagi ibunya yang tewas akibat ulah pelaku. Wirdalis bertutur lagi begitu ia disekap, pelaku mengambil emas yang ia kenakan di jari bernilai 2 mas. Lalu, anting di telinganya juga  ikut dipreteli pelaku.

Baca Juga : Distanhortbun Laksanakan Rakor dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Triwulan I

“Saya benar-benar syok, ketika lelaki itu memperlakukan saya dengan kasar,” katanya.

Karena kaget, bahkan Wirdalis juga tidak mengetahui secara persis apakah kepalanya dipukuli dengan pisau atau dengan benda tumpul. Akibatnya, ia mengalami memar di bagian bawah mata kirinya. Sedang­kan tangan kirinya persis dekat jari manisnya yang dihiasi cincin emas luka, diduga pencuri dengan paksa mengambil emas di jarinya.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Wirdalis sendiri baru menge­tahui kepalanya terluka saat masya­rakat sudah berdatangan ke rumah­nya sekitar pukul 04.00 WIB. Pada­hal rumah korban, terletak di te­ngah-tengah antara dua rumah lainnya.

“Saat itu, saya tidak bisa berbuat banyak. Saya berupaya terus men­coba untuk melepaskan ikatan kain di tangan ini dan berhasil. Ingatan saya satu-satunya ada ibu. Saya langsung melihat ibu di kamarnya. Firasat saya, ternyata benar, ibu sudah meninggal. Melihat kejadian itu, saya langsung keluar dan memin­ta tolong tetangga, Idar,” tuturnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 175, Sembuh 172, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Saat itu, tetangga langsung ber­datangan. Idar juga langsung menel­pon warga lainnya termasuk dokter dari Puskesmas Ampang Gadang. Wirdalis mengaku tidak melihat pasti berapa orang jumlah kawanan pencuri itu. Namun ia mem­per­kirakan sekitar 3 atau 4 orang.

Diterka-terkanya, kawanan pe­ram­pok itu, masuk melalui belakang rumah dekat dapur.  Dengan mem­bongkar kawat pembatas, dan juga menggunakan jalur itu sebagai k­e­luar lewat belakang.

“Usai kejadian itu, saya men­dengar bunyi mobil perampok itu,” katanya sembari terus menangis melihat jasad ibunya.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Triwahyudi, Kasat Reskrim AKP Amral dan Kapolsek Guguak, Iptu Oknopilindo, menyebut pihak­nya langsung melakukan olah TKP begitu mendapat laporan. Usai sedikit bertanya dan mengurangi jumlah pengunjung, petugas mema­sang garis polisi.

“Hasil olah TKP petugas kita, kawanan pecuri masuk dari bagian belakang rumah. Kemudian lang­sung menuju kamar Darinas. Diduga dia menutup mulut korban hingga meninggal. Kemudian menyekap anaknya,” ungkap Kapolres melalui Kapolsek Iptu Oknopilindo, Jumat (24/4). Kapolsek menduga, kawa­nan maling itu berjumlah sekitar 3 orang, dan masuk ke dalam rumah dengan memakai sebo. Namun begitu, polisi sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku.

“Kita menduga pelaku berbadan tinggi dan tegap, namun kita akan terus menyelidiki, dan kita terus mencari pelaku,” janjinya.

Siangnya, jenazah Darinas yang diduga meninggal karena terkejut langsung dikebumikan. Ratusan pelayat, termasuk dari pemerintahan kecamatan, datang membezuk. Hingga kini, kasus itu masih dalam penyelidikan kepolisian. Belum terhitung jumlah kerugian. (h/nto)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]