Jelang Eksekusi, Keluarga Datangi Nusakambangan


Ahad, 26 April 2015 - 19:50:33 WIB
Jelang Eksekusi, Keluarga Datangi Nusakambangan

Keluarga duo ‘Bali Nine’ yang turut dalam rombongan di antaranya Helen (ibunda Andrew Chan), Michael Chan (kakak Andrew Chan), Sam (ayah Myuran Sukumaran), Raji (ibunda Myuran Suku­maran), serta Chintu dan Brin­ka (adik Myuran Sukumaran).

Baca Juga : AHY Cs Absen di Sidang Mediasi Pertama, Kubu Moeldoko: Lecehkan Pengadilan

Selain keluarga duo ‘Bali Nine’, dalam rombongan itu tampak pula sepupu terpidana mati asal Brasil Rodrigo Gu­larte, yakni Angelita Muxfeldt Gularte.

Setelah mengurus perizi­nan di Pos Penjagaan Dermaga Wijayapura, rombongan ke­luarga duo ‘Bali Nine’ dan sepupu Rodrigo Gularte me­nye­berang ke Pulau Nusa­kambangan dengan menum­pang perahu ‘com­preng’ sekitar pukul 08.30 WIB. Selang 15 menit setelah rombongan tiga keluarga ter­pi­dana mati itu menyeberang ke Nusa­kam­bangan, rom­bong­an keluarga terpidana mati asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso tiba di Dermaga Wija­yapura.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Keluarga Mary Jane itu terdiri atas Cesar Velosso (ayah), Cecilia Velosso (ibu), Michael (suami Mary Jane), Maritess (kakak perempuan Mary Jane), Christoper (kakak laki-laki Mary Jane), serta Daniel dan Darren (anak Mary Jane).

Mereka didampingi dua penasihat hukum, yakni Is­mail Muhammad (warga nega­ra Indonesia) dan Edre U Olalia (WN Filipina).

Saat ditemui wartawan, Edre mengharapkan Peme­rintah Indonesia memberi kesempatan kepada Mary Jane hingga proses hukumnya sele­sai karena rencana eksekusi terhadap sejumlah terpidana mati kasus narkoba itu telah mendapat kecaman dari bebe­rapa negara.

“Kami telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) Kedua. Kami berharap Peme­rintah Indonesia memberi kesempatan hingga proses hukumnya selesai,” tegasnya.

Dalam kesempatan ter­pisah, Ismail Muhammad me­nga­takan bahwa terpidana mati Mary Jane telah menyam­paikan permintaan terakhir, yakni ingin berkumpul dengan keluar sepanjang malam sebe­lum dieksekusi.

Menurut dia, jika eksekusi itu jadi dilaksanakan, jenazah Mary Jane akan dibawa ke Filipina. Setelah menunggu sekitar satu jam, keluarga Mary Jane akhirnya menyeberang ke Pulau Nusakambangan dengan menumpang perahu “com­preng”.

Saat dihubungi dari Cila­cap, Kepala Divisi Pe­masya­rakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manu­sia (Ke­menkumham) Provinsi Jawa Tengah Yuspahruddin menga­takan bahwa kunjungan ke­luar­ga terhadap terpidana mati yang telah berada di ruang isolasi tetap diperbolehkan meskipun pada hari Minggu tidak ada jadwal kunjungan.

“Itu tidak masalah tapi atas seizin Kejaksaan,” katanya.

Akan tetapi, dia mengaku tidak tahu pasti sampai kapan kunjungan itu boleh dilaku­kan. Kendati demikian, dia mengatakan bahwa waktu kun­jungan setiap harinya diatur oleh pihak lapas.

Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati yang masuk dalam daftar eksekusi tahap kedua yang akan dilaksanakan serentak di Pulau Nusa­kam­bangan.

Ke-10 terpidana kasus nar­ko­ba yang akan segera di­eksekusi terdiri atas Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Aus­tralia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indo­nesia), Serge Areski Atlaoui (Prancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nige­ria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oya­tanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina).

Akan tetapi berdasarkan informasi salah seorang anggo­ta tim penasihat hukum terpi­dana mati Rodrigo Gularte, Christina Windiarti saat dite­mui wartawan di Cilacap, Sab­tu (25/4) malam, hanya ada sembilan terpidana mati yang menerima notifikasi pelak­sanaan eksekusi.

“Hanya sembilan yang mene­rima notifikasi, Rodrigo yang terakhir terima,” katanya.

Sementara dalam sejumlah pemberitaan, Kepala Pusat Penerangan Umum Kejaksaan Agung Tony Tribagus Spontana mengatakan bahwa terpidana mati asal Prancis Serge Areski Atlaoui ditarik dari daftar eksekusi tahap kedua karena yang bersangkutan menggugat penolakan grasi oleh Presiden Joko Widodo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurut dia, eksekusi terha­dap Serge Areski Atlaoui akan dilakukan tersendiri setelah adanya putusan dari PTUN. Dengan demikian, eksekusi tahap kedua hanya dilakukan terhadap sembilan terpidana mati kasus narkoba. (h/inl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]