Warga Khawatir Maling Ternak Beraksi


Senin, 27 April 2015 - 19:36:12 WIB
Warga Khawatir Maling Ternak Beraksi

“Dalam sebulan, rata-rata tiga ternak masyarakat hilang. Maling ternak memotong ter­nak dan mengeluarkan jeroan­nya di pinggir jalan, lalu mem­bawa dagingnya kabur meng­gunakan mobil. Kalau listrik tidak juga hidup, warga terpak­sa bersiaga pada malam hari agar ternaknya tidak dicuri. Apalagi menjelang lebaran, pencurian biasanya mening­kat,” ujarnya saat ditemui Haluan, Senin (27/4).

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Warga, kata Jabua, me­ngeluh­kan lambannya pena­nganan PLN untuk menyala­kan lampu. Padahal, listrik mati sejak pukul 2.00 WIB. Namun sejak pagi hingga siang itu, belum juga ada tindakan PLN.

“Kalau warga terlambat membayar listrik, PLN cepat memberi denda. Kalau ada masalah listrik mati, PLN lamban bergerak,” sebutnya.

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Keluhan lain yang diakibat­kan warga setempat akibat mati listrik tersebut, kata Jabua, ruginya masyarakat yang berwirausaha mengguna­kan listrik seperti bengkel las, jasa fotokopi, tukang perabot, dan sebagainya. Selain itu, ibu rumah tangga juga mengalami kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari, seperti menimba air sumur dengan katrol, yang biasanya menggunakan mesin jika listrik menyala.

Sementara itu, Walinagari Katapiang, Yulisman mengata­kan, pihaknya telah melapor­kan kejadian itu ke PLN setem­­pat sembari berharap PLN mengambil tindakan ce­pat, sebab peristiwa itu meng­akibatkan mati listrik di tiga korong, yang dihuni oleh seki­tar 2.000 warga. Tiga korong tersebut yakni, Olo Bangau, Batang Sariak, dan Pauh.

Baca Juga : Komunitas Bonsai Terbentuk, Solsel Miliki Tanaman Endemik Khas

Ia juga menyampaikan ke­pada PLN tentang kekha­watiran masyarakat terkait condongnya dua tiang yang bersebelahan dengan dua tiang yang roboh tersebut. Jika pondasi dua tiang condong itu tidak dikuatkan, maka dikha­watirkan akan menimpa war­ga, terlebih lagi posisinya yang berada di sawah.

Salah seorang petugas PLN Padangpariaman yang turun ke lokasi kejadian mengatakan, tiang listrik yang roboh itu berkekuatan 2.000 volt. Pihaknya akan mengganti dua tiang patah tersebut dengan tiang baru. Pihaknya belum mengganti tiang pada pagi hari, karena tiang sedang dijemput ke Padang. Sementara me­nunggu tiang datang, pihaknya berupaya menyalakan lampu di lokasi lain yang terkena dampak akibat robohnya tiang listrik itu. (h/dib)

Baca Juga : Cuaca Besok di Sumbar Cerah hingga Berawan, Namun Ada Potensi Hujan Ringan

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]