Pedagang Kecewa Terhadap Pemko


Senin, 27 April 2015 - 19:45:25 WIB
Pedagang Kecewa Terhadap Pemko

“Tidak mungkin pemko tidak mengetahui musibah yang dialami oleh pedagang di Pasar Raya, tapi pemko malah melakukan tinjauan lapangan terkait kebersihan,” jelas Hendra, Senin (27/4).

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Lebih lanjut dikatakannya, pada saat kejadian para pemilik toko tidak diperbolehkan menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam ruko, dengan alasan tim forensik belum datang. Sementara, masih ada dari beberapa ruko yang bisa diambil, padahal sedang kejadian masih ada oknum yang berani mengambil barang-barang yang ada di dalam toko.

Hal yang sama juga disampaikan pemilik ruko di Blok B, Azidin Alwis. Ia sangat menyanyangkan sikap pemko pada para pedagang yang terkena musibah kebakaran. Menurutnya, kebakaran yang terjadi beberapa kali di kawasan Pasar Raya blok B dan C berkemungkinan ada unsur kesengajaan oleh pihak tertentu. Pasalnya, kejadian tersebut seperti sudah direncanakan. “Kebakaran yang terjadi di tempat yang sama, cuman beda blok,” ujarnya.

Baca Juga : H-6 Lebaran, Pantai Purus Padang Sepi Pengunjung

Kecurigaan beberapa pemilik ruko tersebut juga dipicu oleh permintaan pemko, yang meminta mereka untuk meninggalkan tempat tersebut, karena direncanakan akan dibangun parkir. Namun, karena kata kesepakatan antara kedua belah pihak belum juga ada titik temunya, makanya hingga sekarang belum ada kepastian.

“Kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak pemko, namun dalam pertemuan tersebut pihaknya mengatakan akan memberikan ganti rugi sebesar Rp10 juta untuk petak yang di dalam dan Rp40 hingga Rp60 juta untuk ruko yang berada di kawasan luarnya. Nanti, setelah dibangun kembali pedagang akan menebus Rp33 juta permeternya, makanya kami tidak mau,” jelasnya. Sedangkan, semasa dahulu ia mengeluarkan 300 emas hanya untuk dua petak ruko saja dan sekarang pemko hanya menganti rugi Rp10 juta per petak, tentunya hal ini tidak bisa diterima para pemilik ruko. Makanya, hingga sekarang belum menemukan titik temu antara pedagang dan pemko.

Mereka juga berharap pemko segera mengambil tindakan, dengan memberikan solusi yang adil untuk para pedagang. “Kalau memang ganti rugi, walaupun tidak sesuai dengan kehendak kami, paling kurang imbang lah, atau kalau kami dipindahkan ke tempat yang bisa kembali hidup mata pencarian kami,” harapnya.

Terpisah, Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP), Asril Manan berharap kepada pemko secepatnya turun tangan dan melihat kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan, supaya mengetahui bagaimana sebenarnya yang dikeluhkan para pedagang. “Saya berharap pemko turun ke lapangan dan lihat kondisi pedagang, Ba’a bana pakiak pedagang dan antokan lah tangihnyo. Paliang kurang, bujuak lah tangih tu dulu,” jelasnya.

Asril mengatakan, sebenarnya para pedagang tidak mengharapkan ganti rugi, tapi bagaimana pemko memberikan tempat yang layak dan mungkin untuk para pedagang kembali menghibupkan perekonomiannya. Kalau hanya ganti rugi, tidak akan menjadi solusi untuk mereka. Sebelum kebakaran yang kedua di blok B ini terjadi, ia mengaku sudah menyurati pemko untuk bertemu dan berencana akan membahas solusi dari permasalahan pedagang ini. Namun, hingga sekarang belum ada dapat kepastian dari pemko kapan akan duduk bersama membahasnya. “Mungkin walikota kita lagi sibuk dan banyak agenda, saya juga memaklumi. Tapi, saya berharap ada perhatian untuk para rakyat kecil seperti para pedagang ini,” ujarnya. (h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]