KUR Mikro Batal Disalurkan April Ini


Selasa, 28 April 2015 - 18:51:22 WIB
KUR Mikro Batal Disalurkan April Ini

“Suratnya ke kita juga belum sampai, jadi kita tunggu saja sampai ada aturan yang mem­bolehkan penyaluran KUR Mikro ini,” terang­nya. Dijelaskan Zirma, peluncuran KUR Mikro kali ini terdapat beberapa perbedaan bila dibandingkan dengan KUR yang sebelumnya telah disalurkan. Dalam KUR mikro kata Zirma, pengusaha atau pedagang dapat meminjam maksimal mencapai Rp25 juta tanpa agunan. “Dibandingkan tahun lalu jumlah ini me­ningkat. Tahun lalu hanya Rp20 juta per pengusaha,”  terangnya.

Baca Juga : Digelar dengan Kondisi Khusus, Tahun Ini Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji

Selain itu kata Zirma, untuk bank penyalur juga berbeda dari tahun sebelumnya. KUR mikro ini hanya akan disalurkan melalui tiga bank yang ditunjuk pemerintah pusat yaitu, Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI. “Sebelumnya ada tujuh bank penyalur, namun ke depan dari aturan pusat hanya tiga bank resmi yang akan menyalurkan KUR mikro ini,” ujarnya.

Dikatakan Zirma, terkait dengan tidak dipakainya tidak dipakainya bank daerah ini cukup mengejutkan, karen dari alasan pe­merintah pusat kredit macet atau  Non Pe­forming Loan (NPL) bank daerah terlalu besar. “Kita akan ajukan kembali ke pemrintah pusat agar bank daerah kita bisa menyalurkan KUR. Karena kita lihat di sini (Sumbar,red) NPL dari bank daerah itu terbilang kecil,” tuturnya.

Baca Juga : Lonjakan Covid-19 di India Makin Mengkhawatirkan, WHO Sebut Disebabkan Varian yang Lebih Menular

Selain KUR Mikro yang ditunda pe­lun­curannya sampai waktu yang tidak ditentukan, bantuan kredit lunak tanpa agunan untuk 1.000 Pedagang Kaki Lima (PKL) pada 2015 karena terkendala kebijakan larangan bantuan so­sial(Bansos) dan hibah juga batal disalurkan.

Bantuan 1.000 PKL Batal

Ditambahkan Kepala Bidang (Kabid) Pem­berdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PUMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Desmadi Idrus, anggaran bantuan untuk 1.000 PKL tidak diperbolehkan pada 2015 karena menggunakan dana bansos.

“Tahun ini kita telah menggarkan sebesar Rp2 miliar untuk 1000 PKL. Masing-masing PKL rencananya akan mendapat bantuan sebesar Rp2 juta,” ujarnya.

Namun kata Desmandi, karena ada kebijakan terkait dana bansos dan hibah, maka menurutnya kegiatan tersebut tidak bisa dilanjutkan. “Padahal kita telah melakukan verifikasi terhadap ribuan PKL di Sumbar bersama pihak independen,” terangnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Me­nengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2010-2015, Dinas Koerasi dan UMKM telah menargetkan akan memberikan bantuan pada 7.000 PKL di Sumbar tahun 2015 ini.

“Sampai sekarang telah terealisasi bantuan untuk 6000 PKL. Sedangkan bantuan untuk 1000 PKL yang direncanakan tahun ini batal dilak­sanakan,”katanya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]