BMKG: Sumbar Alami Kemarau di Bulan Ramadan


Selasa, 28 April 2015 - 18:58:45 WIB

“Pada pagi hingga siang cuaca begitu terik. Tapi pada sore harinya cuaca berubah drastis, seperti hujan lebat. Kondisi seperti ini lumrah terjadi, karena saat ini masih dalam musim pancaroba, yang berakhir pada Juni nanti,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia melanjutkan, pada Juni nanti, Sumbar diprediksi me­masuki musim panas yang biasanya menimbulkan ke­ke­ringan. Kemudian, pada Agu­stus, Sumbar kembali me­masuki pancaroba.

Secara umum, katanya, cuaca Sumbar berawan hingga cerah. Pada pagi hingga siang hari berawan, berpotensi hujan ringan hingga sedang pada sore hari,  dan berawan pada malam hari.

“Potensi hujan ringan se­dang di wilayah Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh me­luas ke Bukittinggi. Sore ha­rinya, potensi hujan sedang lebat di wilayah Mentawai, Sa­wahlunto, sebagian Sijunjung, Dhamasraya, Batusangkar, Solok bagian timur,” jelasnya.

Sedangkan untuk potensi hujan ringan, sebutnya, akan terjadi di wilayah Padang, Pa­dang­pariaman, Kota Pa­riaman, Solok, Kota Solok, Padangpanjang, Sicincin-Lem­bah Anai.

Sementara itu, Kepala Bi­dang Kedaruratan BPBD Sum­­bar, Pagar Negara me­nga­takan, kondisi cuaca saat ini didominasi hujan disertai angin. Hal itu berpotensi mengakibatkan banjir dan longsor di daerah rawan ben­cana seperti, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Sawahlunto. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pe­merintah dan masyarakat di lima daerah tersebut untuk meningkatan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor. Menurutnya, April ini seharusnya Sumbar memasuki musim kemarau. Tapi, cuaca yang sangat sulit ditebak akhir-akhir ini membuat, sehingga masyarakat harus me­ning­katkan kewaspadaan.

Pihaknya telah m­e­nyi­agakan peralatan dan terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota dan relawan siaga bencana yang ada di daerah. Hal ini untuk me­nyiap­kan bantuan jika se­waktu-waktu terjadi bencana.

Pihaknya juga mengimbau warga yang berada di daerah aliran sungai, untuk tetap was­pada. “Bagi pengguna ken­da­raan yang melewati jalur rawan longsor seperti Sitinjau Laut dan jalur Sicincin–Ma­lalak agar tidak melewati ka­wasan ini saat intensitas hujan ting­gi,” pungkasnya. (h/mg-isr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 22 Oktober 2016 - 01:09:59 WIB

    BMKG: Sesar Mentawai Aktif

    PADANG, HALUAN – Gempa sebesar 4,5 Skala Richter (SR) menggetarkan pesisir selatan Sumatera Barat, Jumat (21/10) pagi. Gempa di kedalaman 10 Km tersebut tak terlalu dirasakan warga. Namun, patut diwaspadai, gempa itu menand.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]