10 Hari, 3 Kali Pasar Raya Terbakar


Selasa, 28 April 2015 - 19:12:53 WIB
10 Hari, 3 Kali Pasar Raya Terbakar

Pada Kebakaran pertama yang terjadi pada Sabtu (18/4), api menghanguskan 24 petak toko. sedangkan pada kejadian kedua, Sabtu (25/4), lebih banyak lagi toko yang menjadi amuk ke­marahan api, setidaknya 40 petak toko ludes waktu itu. Total sudah 86 petak toko yang ludes.

Baca Juga : Lakukan Mutasi Besar-besaran, Hendri Septa: Penyegaran Birokrasi

Menurut informasi yang di­him­pun Haluan di lapangan, kejadian yang berulang-ulang ini terbilang janggal dan men­curi­gakan. Kenapa tidak, pada keba­karan yang ketiga ini, para peronda malam me­nemukan ban­tal yang memiliki sumbu, diduga api ber­asal dari bantal tersebut. Tidak hanya itu, sebelum meng­hangus­kan puluhan petak toko di Blok C, dua titik api juga muncul sebelumnya di Blok B, beruntung para peronda berhasil memadam­kannya.

“Setelah berhasil memadamkan dua titik api di Blok B, tiga titik api juga muncul di Blok C, tapi api dengan cepat membesar dan tak bisa diatasi oleh peronda,” ujar Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Kota Padang kepada media di lokasi kebakaran.

Baca Juga : Hendri Septa Kembali Lantik 194 Pejabat Eselon III dan IV

Namun, M. Yani tidak tau dan tidak mau menuduh siapa yang menjadi dalang di balik rentetan kasus kebakaran yang terjadi bertu­rut-turut dalam rentang beberapa hari ini, bahkan waktu kejadiannya nyaris sama, yakni menjelang Subuh.

M. Yani mengimbau kepada selu­ruh pedagang pasar yang diang­gap bermasalah agar menin­gkatkan ke­waspadaannya. “Kita tidak tau, kalau dugaan kita benar, maka teror ini akan terus berlangsung,” pung­kasnya.

Baca Juga : Walikota Padang Hendri Septa Terima 500 Paket Sembako bagi Petugas DLH dari BNI Wilayah 02 Sumbar Riau Kepri

Di samping itu, Ia juga meminta pihak yang berwenang agar me­ngusut tuntas kasus kebakaran yang menghanguskan puluhan petak kios para pedagang Pasar Raya.

Harapan yang sama juga telah disampaikan para pedagang yang menjadi korban. Setelah terjadi kebakaran yang kedua, yakni pada tanggal 25 April kemarin, para pedagang di Kompleks IWAPI ini meminta Kepolisian segera men­gu­sut tuntas kasus yang telah meng­hanguskan toko mereka dengan membuat laporan tentang keba­karan tersebut ke Mapolsek Padang Barat.

Baca Juga : Bangun Industri CPO dan Turunannya di Kota Padang, Hendri Septa Tinjau PT Padang Raya Cakrawala

Dalam laporannya, para peda­gang menuangkan bahwa sebel­um kejadian itu, mereka melihat seorang pengendara sepeda motor sibuk monda-mandir di depan kios peda­gang. Hal itu mereka sampaikan berdasarkan rekaman cctv milik salah seorang pedagang pasar yang berada di seberang kios pedagang yang menjadi korban  kebakaran.

Sementara, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Dedi Henidal, kebakaran ini belum diketahui sumber pastinya. Namun, dugaan sementara api dipicu oleh arus pendek listrik.

Untuk memadamkan api yang membara pada pagi kemarin terse­but, setidaknya 10 armada Damkar dengan kekuatan puluhan personil dikerahkan. Butuh waktu sekitar 1,5 jam akhirnya api berhasil dijinak­kan.

“Mendapat laporan dari warga, pihak kami langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mejinakkan api,” ujar Henidal.

Sementara, saat dikunjungi Ha­luan setelah terjadinya kebakaran pertama dan kedua, terlihat pulu­han petak ruko sudah jadi arang, para pemiliknya tampak lesu me­ngemasi sisa-sisa barang dagangan yang mungkin masih bisa diuang­kan. Untuk kesekian kalinya, Pasar Raya Kota Padang dilalap api, namun berdasarkan penuturan sebagian pe­dagang ada yang jangal dari kejadian ini.

Salah satunya yang disampaikan oleh pemilik bengkel yang terbakar di blok B Pasar Raya Hendra, bahwa kecurigaannya terjadi pada saat kejadian kebakaran yang kedua ini, karena kejadian kebakaran pada hari yang sama namun pada jam yang berbeda.

“Kami berfikirnya seperti itu. Karena sejak dahulu kami kan sudah disuruh pindah, karena di sini akan dibangun parkir tapi kan sampai sekarang belum ada kepastian ka­rena hitung-hitungannya belum jelas dengan pemko,” ujarnya sambil tetap membersihkan sisa-sisa alat bengkelnya yang terbakar.

Aktivitas perdagangan di Pasar Blok B tersebut tampaknya lumpuh total pasca kebakaran yang meng­hanguskan semuanya. Tumpukan arang dan bangunan yang hitam legam bekas terbakar menghiasi ruko yang dibangun tahun 1984 tersebut. (h/mg-fds/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]