Australia Bermuka Dua


Rabu, 29 April 2015 - 20:37:32 WIB
Australia Bermuka Dua

Hanya saja, proses penegakan hukum di Indonesia ini mendapat tantangan dari sejumlah Negara, terutama negara yang warganya jadi sasaran peluru mematikan dari senjata eksekutor itu. Bahkan, Perdana Menteri Australi, Tony Abbott memanggil duta besarnya untuk Indo­nesia, Paul Gibson ke Canberra, sebagai bentuk protes atas eksekusi mati terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Baca Juga : Daftarkan Logo Partai atas Nama SBY, Ketua DPC PD Dharmasraya: Cegah Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Sikap Abbott itu menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan di Indo­nesia. Wakil Ketua Majelis Permu­syawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nurwahid menilai Australia telah menggunakan standar ganda dalam menyikapi hukuman mati di Indonesia.

“Mereka pernah mendukung teroris yang sudah menimbulkan korban yang banyak itu, untuk dihukum mati,” ujar Hidayat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : DPC Partai Demokrat Dharmasraya Sampaikan Surat Pengaduan dan Perlindungan Hukum ke Polres Setempat

Menurutnya, saat itu Australia berdalih ikut memerangi keamanan Indonesia dari teror. Sehingga me­reka mendesak pemerintah Indo­nesia menindak tegas teroris, baik yang sudah terbukti maupun yang belum terbukti melakukan kejahatan.

“Kenapa saat ini mereka antipati terhadap hukuman mati, padahal sebelumnya mereka mendukung, itu kan artinya standar ganda,” paparnya.

Baca Juga : Terjun ke Politik, Athari Gauthi Ardi: Ingin Kampung Seperti Jakarta

Ia menambahkan, seharusnya Australia dan negara-negara lainnya menyatakan dengan tegas dukungan mereka terhadap hukuman mati, terkait kejahatan teroris ataupun narkoba. Begitupun dengan In­donesia yang saat ini sudah kembali mene­gakkan hukuman mati bagi gembong narkoba.

Selain itu, sikap pemerintah negeri tetangga itu juga tak sejalan dengan sikap mereka sebelumnya. Sebelum Indonesia menembak mati terpidana asal Australia, beberapa negara lain­nya, salah satunya, Singa­pura juga pernah melakukan hal serupa.

Baca Juga : Ada Gerakan Mau Kudeta Cak Imin dari Kursi Ketum PKB, Benarkah?

Saat itu Nguyen Tuong Van (25) menjalani eksekusi hukuman mati di Singapura pada Desember 2005. Nguyen tertangkap di Bandara Changi, Singapura pada 2002 karena membawa 392,2 gram heroin dari Kamboja.

Jumlah heroin yang dibawa Nguyen 26 kali lebih banyak diban­ding jumlah minimal dalam undang-undang Singapura. Sesuai undang-undang anti-narkoba Singapura, siapapun yang memiliki heroin minimal 15 gram diancam hukuman mati.

Setelah diadili, Nguyen dijatuhi hukuman mati pada 20 Maret 2004.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi di­ngin keputusan Pemerintah Aus­tralia menarik duta besarnya. Ketika ditanya awak media tanggapannya terkait hal itu, Jokowi berulang kali hanya menjawab.

‘Ini kedaulatan hukum kita,” tegas Jokowi usai membuka Mu­syawarah Perencanaan Pem­ba­ngu­nan Nasional (Musren­bangnas) Tahun 2015, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4).

Dinilai tak menjawab perta­nyaan, awak media kembali menim­pali Jokowi meminta tanggapannya mengenai penarikan dubes Aus­tralia. Jawaban yang sama dida­patkan awak media.

“Ini kedaulatan hukum kita,” ulangnya.

Jokowi meminta kepada Aus­tralia dan semua pihak menghormati kedaulatan hukum yang berlaku di Indonesia. Begitu pula yang selama ini dilakukan Indonesia meng­hor­mati kedaulatan hukum yang berl­aku di negara manapun.

Pemerintah sendiri melalui KJRI Melbourne memberi him­bauan kepada seluruh warga negera Indonesia (WNI) di Australia sehu­bungan eksekusi duo Bali Nine. Setidaknya enam himbauan yang disampaikan pihak KJRI.

Untuk diketahui delapan terpi­dana mati yang dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan yakni An­drew Chan dan Myuran Suku­maran (warga Australia), Raheem Agbaje Salami (warga Spanyol), Rodrigo Gularte (warga Brasil), Sylvester Obieke Nwolise dan Okwudili Oyatanze (warga Nigeria) dan Zai­nal Abidin (Indonesia).

Sementara terpidana mati Serge Areski Atlaoui masih berproses hukum. Sedangkan Mary Jane yang dijadwalkan akan dieksekusi bersa­ma delapan terpidana lainnya pada Rabu dini hari di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun, men­je­lang pelaksanaan, eksekusi terha­dap Mary Jane ditunda. (h/net/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]