Pernikahan Dini Masih Dipandang Biasa


Jumat, 01 Mei 2015 - 19:26:17 WIB
Pernikahan Dini Masih Dipandang Biasa

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Sumbar Ir. Firdaus Ja­mal  mengatakan, Musda kali ini PKBI menfokuskan perha­tian kepada fenomena perilaku sek­sual remaja yang bermuara pada pernikahan dini, pihak aka­demisi, pemerintah, aktivis, sangat tidak mendukung perni­kahan dini pada anak remaja bahkan berusaha untuk menia­dakannya.

Pemerintah Indonesia te­lah mengeluarkan Undang Undang yang melarang per­nikahan anak di bawah umur atau yang sering disebut perni­kahan dini. Bagi perempuan yang berumur di bawah 16 tahun dan laki-laki di bawah umur 19 tahun. Akan tetapi, pernikahan anak ter­nyata ma­sih dipraktikkan di ber­bagai wilayah di Indonesia termasuk di beberapa nagari atau desa di Sumbar.

Baca Juga : Hadiri Wisuda TK dan SMP Adz-Zikra, Wako Padang Hendri Septa Beri 'Reward'

“Pernikahan dini di bebe­rapa nagari atau desa masih dipandang sebagai hal yang biasa,” ujarnya.

Pernikahan dini disamping berdampak negatif untuk para pelakunya, juga berdampak negatif terhadap masyarakat dan negara.  Dikatakan juga, perni­kahan dini banyak me­nim­bulkan beban sosial, eko­nomi bagi masyarakat dan negara akibat sum­bangannya terhadap angka kematian ibu dan bayi serta Kekerasan Da­lam Rumah Tang­ga (KDRT). Dengan pengen­dalian jumlah penduduk, perni­kahan anak di bawah umur berkontribusi terhadap pertum­buhan pendu­duk yang tinggi terkait dengan peluan wanita yang besar untuk melahirkan banyak anak.(h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]