Sulitnya Mengatur Keuangan


Ahad, 03 Mei 2015 - 18:06:13 WIB
Sulitnya Mengatur Keuangan

“Bila kita berpikir, ‘saya akan membeli sesuatu untuk menghadiahi diri sendiri’ dan kita tidak punya cukup uang, kita akan mulai panik dan berpikir kita tidak membeli apa-apa untuk diri sendiri. Kita berpikir tidak bisa meng­ha­diahi diri sendiri. Kita me­rasa tidak bisa punya apa-apa,” kata Ashley seperti dikutip dari eHow, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Jakarta Masuk dalam Daftar Kota Termahal Dunia, Ini Penyebabnya

Untuk sebagian orang, uang adalah kebutuhan ter­penting. Memiliki uang untuk pensiun berarti aman, tidak punya cukup uang untuk mem­bayar tagihan membuat an­da panik dan merasa tak aman. Memiliki gaji yang bagus dan mobil berarti sukses.

Pikiran seperti ini tidak diasosiasikan sebagai pers­pektif personal. Ketika mem­buat anggaran, banyak orang mmenempatkan uang ke hal yang menenangkan emosi me­reka. Rogers mengatakan bila uang tak disalurkan ke hal yang menenangkan itu, kecemasan pun akan me­ningkat.

Baca Juga : Kabar Baik! Jaringan di Wilayah Sumatera akan Ditingkatkan Selama Ramadan

“Ada hal-hal emosional yang belum ditangani, lubang emosional yang belum diisi. Semua penganggaran anda diatur emosi dan bagaimana anda berpikir harus menjalani hidup anda,” ujar Rogers.

Di samping itu, bila anda i­ngin membuat anggaran ke­ua­ngan, anda harus menghadapi semua kemungkinan yang mun­­cul. Rogers menyarankan un­tuk melepaskan semua e­mosi yang ada.

Baca Juga : Maksimalkan Pengalaman Aktivitas Digital di Momen Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah

Sebenarnya, yang penting adalah mengatur keuangan tidak semisterius kelihatannya. Namun dalam keadaan di ma­na ekonomi tidak menentu, ada baiknya anda me­ning­galkan semua emosi yang ada dalam diri anda dan hadapilah kenyataan. (h/kcm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]