SPAM Okura Tak Kunjung Dioperasikan


Ahad, 03 Mei 2015 - 18:08:21 WIB
SPAM Okura Tak Kunjung Dioperasikan

Dikatakan Ketua RW 06, Su­warno, Minggu (3/5), pembangunan SPAM dilakukan sejak tahun 2012 lalu. Dengan anggaran mengunakan dana APBN sekitar Rp587.­181.000,00. Namun, setelah pem­ba­ngunan SPAM tersebut selesai, Pemko belum menyerahkan sistem pengelolaan kepada masyarakat.  Bagaimana cara meng­opera­sio­nalkan mesin dan pengelolaan yang dikeluarkan dari iuran masyarakat, walaupun Pemko telah menyiapkan tenaga honor operator mesin.

Baca Juga : Kolam Pemandian Hotwater Boom Solsel Tetap Buka, Satpol-PP Gelar Patroli

Ketika ditanyakan kenapa belum dioperasionalkan? Dituturkannya bahwa selama ini belum ada kata sepakat antar masyarakat. Meteran terpasang baru 150 unit dari rencana pengaliran air sekitar 250 unit rumah. Kemudian, tidak adanya pembinaan dari Pemko Pekanbaru, bagaimana sistem pelaksanaannya. Karena merasa takut untuk meng­operasikan, maka Spam terabaikan.

“Dulu memang sudah ada ope­rator yang dilatih oleh Pemko Pekanbaru, namun karena ada masa­lah dengan masayrakat maka diusir dari sini. Namun untuk pengelolaan kedepan, tidak ada kelanjutannya, baik kesepakatan iuran operasional dari masayrakat maupun desakan dari Pemko untuk segera menja­lankannya. Akibat kendala ini, Spam tidak berjalan sampai sekarang,” kata Suwarno.

Baca Juga : Hati-hati! Eksploitasi Anak Rawan Terjadi di Wisata Indonesia

Akibat dari pembiaran ini, enam titik pipa pengairan sudah rusak. Meteran air dan asesoris pendukung pengairan juga sudah banyak copot. Sehingga air tidak bisa diairi jika harus dilaksanakan sekarang.  Oleh sebab itu, fasilitas jaringan air harus diperbaiki kalau akan mengairi kembali.

Mungkin karena belum dio­perasionalkan itu, terlihat mesin genset tidak kotor alias masih bersih seperti baru. Ini tandanya belum ada dioperasikan. Sementara masya­rakat sekarang masih menggunakan sumber air bor, dan sumur cincin untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Baca Juga : Sandiaga Uno Mengaku Merinding Saat Salat Isya di Hotel Marbella Anyer, Ada Hantu?

“Pengoperasiannya baru sekedar mengetes saja dulu. Setelah itu tidak ada dilanjutkan. Karena sistem pembayaran atau iurannya kami tidak tau,” papar Suwarno, di­dampingi tokoh masyarakat dan warga Geringging.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Cipta Karya Riau, Dwi Agus Sumarno, saat melakukan pe­nin­jauan SPAM tersebut mengatakan bahwa SPAM tersebut dibuat ber­dasarkan usulan masyarakat ber­sama Pemko Pekanbaru ke pusat. Setelah dana APBN turun, maka pembangunan mesin pengelolaan Spam dikerjakan oleh PU Provinsi dan jaringan air dibangun Pemko.

Baca Juga : Pariwisata Era Baru, Sandiaga: Berbasis Alam Terbuka

Setelah bangunanya selesai, maka Spam menjadi aset Pemko dan pengelolaannya diserahkan ke ma­sya­rakat. Baik iuran operasional maupun honor operator mesin. Namun karena masyarakat masih belum mengetahui bagaimana sis­tem iuran dan pengoperasian Spam, maka selama ini tidak berjalan dan menyebabkan pipa banyak rusak akibatdilindas eskavator, mobil pengangkut sawit dan lain lain.

Oleh sebab itu, supaya SPAM bisa dioperasionalkan, maka ma­syarakat diminta untuk mencari mufakat melalui musyawarah me­mutuskan pembayaran air setiap bulan. Setelah tercapai kesepakatan, maka Cipta Karya akan meng­anggarkan perbaikan jaringan air sampai kerumah masayrakat. Se­mentara perhitungan, Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan, 2,5 liter perdetik untuk 80 unit rumah. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]