Solsel Belum Punya Sekolah Unggulan


Ahad, 03 Mei 2015 - 18:11:36 WIB
Solsel Belum Punya Sekolah Unggulan

“Di Solsel hanya ada kelas unggulan yang terdapat di setiap SMA di masing-masing kecamatan,” ujarnya kepada Haluan, Minggu (3/5). Kelas unggulan di masing-masing kecamatan tersebut antara lain, SMA 5 di KPGD, SMA 1 di Sungai Pagu, SMA 3 di Sangir, SMA 2 di Sangir Ju­juan, SMK 2 di Sangir Balai Janggo, dan SMA 7 di Sangir Batang Hari. Sementara di Kecamatan Pauh Duo, belum ada kelas unggulan di sekolah karena di sana hanya terdapat satu SMA yang baru berdiri.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Fidel menjelaskan, jumlah kelas unggulan di satu SMA, tergantung jumlah SMP yang men­jadi rayon SMAN ber­sangkutan. Selain itu, juga tergantung dari seleksi siswa yang lulus di kelas unggulan. Berdasarkan dua hal itu, kelas unggulan di satu SMA di Sol­sel hanya satu atau dua kelas.

Mengenai sekolah ung­gulan, kata Fidel, pihaknya be­lum bisa menetapkan sebuah sekolah menjadi sekolah ung­gulan, karena sekolah ung­gulan membutuhkan rekrut­men guru yang unggul dan penerimaan siswa yang unggul.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

“Penetapan sekolah ung­gulan belum bisa dilakukan karena budaya masyarakat di kabupaten ini belum bisa me­nerima hal itu. Misalnya, dite­tapkan salah satu sekolah seba­gai sekolah unggulan. Ketika mendaftar di sekolah tersebut, ada anak masyarakat sekitar yang tidak lulus karena ketat­nya seleksi masuk sekolah tersebut, nanti akan ada ma­sya­rakat yang pretes dan menuntut anaknya harus diterima di sekolah itu,” tutur Fidel.

Sementara itu, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Syahril ber­pendapat, keberadaan sekolah unggulan di sebuah kabupaten/kota memang penting. Menu­rutnya, sekolah demikian di­per­lukan karena proses pe­ngem­bangan anak-anak ber­pres­tasi lambat bila bersekolah di seko­lah biasa. Hal seba­liknya akan terjadi bila anak-anak berpre­stasi bersekolah di seko­lah unggul.

Menurutnya, jika sebuah daerah tidak memiliki sekolah unggulan, lalu daerah tersebut menerapkan kelas unggulan di sebuah sekolah, justru program itu yang menjadi masalah, karena menimbulkan hal yang diskri­minatif.  “Kalau ada kelas ung­gul, perlakuan guru terhadap siswa di kelas unggul diban­dingkan kepada siswa di kelas biasa akan berbeda. Guru pasti senang mengajar di kelas ung­gul karena siswanya pintar dan baik,” terangnya.

Ia menambahkan, walau bagaimanapun, kabupaten/kota mesti memiliki sekolah ung­gulan. Jika ada masalah seperti yang dituturkan Kepala Dinas Pendidikan Solsel ter­sebut, Dinas Pendidikan bisa mencari sekolah yang ma­syarakat sekitarnya ber­piki­ran terbuka, seperti sekolah di kota misalnya. Kemudian, Dinas Pendidikan bisa mela­kukan sosialisasi kepada masya­rakat sekitar untuk mem­berikan pemahaman tentang apa itu sekolah unggulan, sehingga nanti tidak protes atau masalah jika nanti ada anak masyarakat se­tem­pat tidak diterima di sekolah unggulan tersebut.

Hal senada, namun lebih tegas, dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Syamsurizal. Ia menegaskan, sekolah unggulan di ka­bu­paten/kota adalah amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Setiap kabupaten/kota diimbau menetapkan sekolah unggulan di masing-masing jenjang, baik SD, SMP dan SMA.  “Jika ada ka­bu­paten/kota yang sampai saat ini belum memiliki sekolah ung­gulan, berarti tidak mematuhi un­dang-undang. Hal ini seha­rusnya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Terkait masalah yang tim­bul antara masyarakat dengan sekolah unggulan nantinya, kata Syamsurizal, hal itu ter­gantung ketegasan pemerintah setempat. Menurutnya, pe­merin­tah setempat harus bisa me­ngambil risiko untuk me­menuhi amanat undang-un­dang. Tidak ada asalan untuk tidak mematuhinya.

Sementara itu, Wakil Ke­tua DPRD Solsel, Edi Susanto me­ngatakan, menetapkan se­buah sekolah sebagai sekolah ung­gulan di Solsel adalah kewa­jiban Pemkab Solsel, karena itu meru­pakan amanat undang-undang.

“Kami iri melihat kabu­paten/kota lain yang memiliki sekolah unggulan, karena se­kolah unggulan akan men­do­rong meningkatnya mutu pen­didikan, baik di sekolah ung­gulan, maupun sekolah lain yang mencontoh program se­kolah unggulan. Kemudian, bagi SMA unggulan, angka lulusan SMA di perguruan tinggi negeri akan bertambah,” tuturnya.

Terkait alasan masyarakat yang akan protes jika ada sekolah unggulan karena mi­salnya anak ada anak ma­syarakat tidak diterima di sekolah tersebut, menurut Edi Susanto, hal itu bukan alasan.

“Masyarakat akan senang jika ada sekolah unggulan. Besar harapan mereka jika ada sekolah unggulan, karena o­rang­tua mana yang tidak me­ngi­nginkan anak mereka men­jadi pintar, berprestasi dan diterima di perguruan tinggi negeri,” pungkasnya. (h/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]