Dua Pekan, Tiga Warga Tewas Terbunuh


Ahad, 03 Mei 2015 - 18:42:51 WIB
Dua Pekan, Tiga Warga Tewas Terbunuh

Dalam kondisi lemah, kawa­nan pelaku turut melucuti harta benda korban. Setelah berhasil menggasak dan menganiaya, pelaku meninggalkan korban yang tengah sekarat hingga akhirnya korban tewas.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Pasien Positif Bertambah 230 Kasus

“Pelaku rampok ini berhasil kita tangkap. Mereka berjumlah enam orang. Barang bukti beru­pa hanphone dan senapan angin turut disita dari tangan pela­ku,”ujar Kepolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi mela­lui AKP Amral Kasatreskrim pada Minggu (3/5) kemarin.

Pelaku yang terdiri dari 2 wanita dan 4 pria tersebut, ditangkap Satreskrim Polres Limapuluh Kota pada Kamis (30/4) lalu di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Dari pengakuan pelaku, sebelum menjalankan aksinya, mereka telah memantau kondisi rumah korban selama 2 minggu.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Setelah situasi rumah korban mulai aman, barulah mereka mulai beraksi. “Dari 6 pelaku, 3 di antara masuk ke dalam rumah untuk menggasak rumah korban,”ujar Amral.

Dijelaskan AKP Amral, kawanan rampok tersebut, telah banyak kali menjakankan aksi­nya terutama di Kabupaten Tanah Datar. “Di wilayah hu­kum kita, mereka baru pertama kali beraksi, tetapi di Tanah Datar, mereka kerap meram­pok,”tegas Amral.

Setelah Darinas, korban tewas selanjutnya yakni  masih sesama warga Kecamatan Gu­guak. Korban diketahui berna­ma Usman (75) tewas pada Minggu (26/4) lalu setelah dianiaya oleh menantunya sen­diri.

Korban yang menetap di Jorong Kubang Tungkek, Na­gari Guguak VIII Koto, Keca­matan Guguak tersebut dianiaya oleh pelaku pada Rabu (22/4) akibat permasalah pembayaran tagihan listrik. Korban sempat mengalami luka parah di bagian kepala akibat dibentur oleh tersangka Al Lengkong (46) yang tak lain suami dari anak kandungnya.

Korban sempat dipukul pelaku hingga akhirnya kepala korban dibenturkan ke lantai rumah. Korban sempat tidak sadarkan diri setelah menda­patkan penganiayaan tersebut. Telinga korban turut menge­luarkan darah segar hingga kor­ban dilarikan ke RSUP M Djamil Padang. Empat hari dirawat, akhirnya korban me­ning­gal du­nia. Pelaku sempat kabur setengah melakukan pe­nga­niayaan terhadap mertuanya tersebut.

“Tersangka penganiayaan masih dalam pemburuan kita. Tersangka masuk dalam Daftar Pencarian Orang,”ujar Amral.

Peristiwa tewas terakhir menimpa pemuda bernama Nuzil Azmi (24) pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 03.00 WIB. Pemuda asal Kurai Taji Paria­man tewas dianiaya oleh sejum­lah orang di daerah Jorong Lubuak Jantan Nagari Mang­gilang Kecamatan Pangkalan. Korban yang hendak ke Pekan­baru dengan meng­gunakan se­pe­da motor dan sempat ber­henti untuk ber­istirahat di Pangkalan, ma­lah akhirnya tewas.

”Korban tewas di tempat dengan sejumlah luka. Kro­nologis tewasnya korban yang diduga stres berawal dari mengancam  pemilik warung dengan pisau. Pemilik warung lari ketakutan dan sempat berteriak.  Warga yang melihat kejadian tersebut, mencoba menenangkan korban, hingga korban tewas dianiaya dengan menggunakan batu dan ka­yu,”jelas AKP Amral. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]