Banyak Masyarakat Beralih ke Gas 3 Kg


Ahad, 03 Mei 2015 - 18:44:40 WIB
Banyak Masyarakat Beralih ke Gas 3 Kg

‘’Di tahun 2015 ini saja, gas elpiji ukuran 12 kg telah menga­lami empat kali perubahan harga. Mulai di Januari lalu Rp160.000, terus turun di bulan Februari men­jadi Rp150.000, awal Maret naik menjadi Rp 160.000 dan bulan April sampai awal Mei ini harganya bertahan di kisaran Rp.165 ribu ‘’ sebut Poniman salah seorang peda­gang gas elpiji di Sawahlunto.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Di sisi lain harga elpiji 3 kg tetap di kisaran Rp 18 ribu,  berimbas pada peralihan ma­sya­rakat yang semula meng­gunakan gas elpiji 12 kg ke ukuran 3 kg terutama para pedagang makanan. ‘’ Termasuk penggunaan di rumah tangga, mayarakat yang biasa mengg­u­nakan ukuran 12 kg  ikut beralih ke 3 kg’’ terang Poniman

Dari pantauan Haluan di Sawahlunto minggu (3/5) di tingkat pedagang pengecer keter­sediaan gas elpiji masih lancar dengan banyaknya per­sedian baik untuk ukuran 12 kg maupun gas melon atau ukuran 3 kg.

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

Salah seorang ibu rumah tangga Ria Novita yang sehari-hari juga pedagang makanan sate, sangat merasakan dampak dari harga LPG yang terus melonjak, jika ia biasanya memakai gas ukuran 12 kg sekarang beralih ke gas elpiji 3 kg.

‘’Untuk mengeluarkan uang membeli gas Rp.165.ribu itu dirasa sangat berat, lain halnya dengan gas 3 kg dengan harga Rp.18.ribu  bisa diupayakan ’’ keluhnya kepada Haluan.

Senada dengan itu Ponira ibu rumah tangga yang semula memakai gas ukuran 12 kg sekarang juga ikut beralih me­ma­kai gas melon 3 kg, dengan menggunakan gas 3 kg dengan harga Rp 18 ribu lebih bisa terjangkau dan bisa diupayakan membelinya.

’’Kebijakan peme­rintah yang mengkonversi mi­nyak tanah ke gas elpiji, akan tetapi pemerintah tidak bisa menjamin penggunaan elpiji lebih hemat dari minyak tanah. Semula mau hemat ternyata sama saja jika harga elpiji terus melambung’’katanya

Kebijakan pemerintah me­naik­kan harga gas elpiji selama ini dirasakan sangat berdampak dan memberatkan kepada mayarakat, dan ini menjadi ketakutan tersendiri apabila harga gas terus mengalami kenaikan.

’’ Ditambah lagi lagi jika harga naik dan LPG pun langka, tentu akan meresahkan bagi semua, baik masyarakat mau­pun pedagang’’sebut Ponira. (h/mg-rki)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]