Telkom Jembatani Digital Divide di Indonesia


Senin, 04 Mei 2015 - 18:55:08 WIB
Telkom Jembatani Digital Divide di Indonesia

Oleh karena itu, pada as­pek layanan, Telkom me­nge­rah­kan sumber dayanya untuk meningkatkan penetrasi fixed broadband ke seluruh wilayah di Indonesia. Mengapa harus fixed broadband? Karakter fixed broadband yang mem­punyai stabilitas koneksi yang lebih baik akan lebih ber­kontribusi positif terhadap produktivitas penggunanya. Karakter ini yang juga mem­berikan kemungkinan ber­bagai layanan diberikan ke­pada pelanggan secara bun­dling. Layanan telepon rumah, internet kecepatan tinggi, TV interaktif dan berbagai layanan tambahan dalam satu paket. Paket ini memberikan nilai lebih yang sangat besar bagi pelanggan, karena dengan sistem paket ini maka biaya yang dikeluarkan pelanggan akan lebih hemat. Layanan ini dikenal dengan IndiHome. Sehingga, semakin be­sar peluang per­tum­buhan fixed broadband di Indonesia.

Baca Juga : Mantan Pilot AU Israel Sebut Pemerintah Negara Yahudi Tersebut adalah Penjahat Perang

Salah satu aspek penting berikutnya ada­­lah infrastruktur telekomunikasi. Tan­tangan penggelaran infras­tuktur di Indo­nesia cukup tinggi, ka­rena wilayah yang ter­sebar dalam kepualuan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, landscape yang bervariasi dan area rural yang tersebar. Telkom saat ini fokus menggelar jaringan fiber optic di seluruh wilayah In­do­nesia, bukan hanya di area urban atau kota besar tetapi juga di berbagai area sub urban dan rural. Hal ini sejalan dengan semangat pemba­ngu­nan saat ini yang menge­de­pan­kan peme­rataan di seluruh wilayah Indo­nesia. Pe­me­rata­an infrastruktur ini sekarang memungkinkan layanan Indi­Home dapat dinikmati di 60 kota besar dan 100 kota kecil dan menengah di seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Con­sumer Service Telkom, Dian Rachmawan,  sudah tidak ter­bantahkan lagi bahwa Telkom adalah satu-satunya operator yang peduli untuk membangun jaringan dan menye­diakan laya­nan bagi seluruh penjuru NKRI. “IndiHome tidak di­batasi hanya di Jakarta atau Jawa saja, tapi seluruh pelosok Indonesia. Hal ini terbukti dengan tersebarnya pe­ma­sangan layanan Indi­Home di 60 kota besar dan 100 kota kecil dan menengah. “Saya mo­nitor terus pergerakan pemasangan IndiHome ini setiap 2 jam, jadi tidak benar kalau ada state­ment bahwa Telkom ha­nya melayani IndiHome di Jakarta dan kota besar saja,” tegas Dian.

Baca Juga : Presiden Erdogan Serukan Negara Muslim Lawan Israel

CEO Telkom Group Alex J.Sinaga  mengatakan Pada tahun 2015, ditargetkan mam­pu digelar jaringan transport fiber optic sepanjang 75.000 kilometer. Jaringan fiber optic ini terdiri dari jaringan kabel di darat dan jaringan kabel laut yang meng­hu­bungkan Pulau - Pulau Utama. Jaringan kabel laut Jawa-Sumatera-Kali­man­tan (Jasuka) yang dibangun Telkom merupakan salah satu jalur kabel laut terpanjang di dunia. Jalur kabel laut ini terdiri empat kanal 40G de­ngan kapasitas daya tampung hingga 16 kali lipat dari jalur konvensional. Pengembangan jalur Jawa-Sumatera-Kaliman­tan ini merupakan bagian dari Indonesia Digital Network yang menargetkan 90% wi­layah kota dan kabupaten di Indonesia terkoneksi broad­band. Telkom membagi enam kawasan pembangunan ring, yaitu Ring Sumatera, Ring Jawa, Ring Kalimantan, Ring Sulawesi dan Maluku Utara, Ring Bali dan Nusa Tenggara dan Ring Kepulauan Maluku dan Papua.

Selain di darat dan laut, koneksi melalui udara juga terus dikembangkan Telkom melalui anak usahanya, Tel­kom­sel. Ja­ringan Telkomsel menjangkau semua kota/kabu­paten di Indo­nesia. Saat ini Telkomsel juga memperluas cakupan layanan 4G LTE (Lo­ng Term Evolution) yang me­ru­pakan teknologi ter­canggih dalam telekomunikasi seluler di Indonesia. Jaringan 4G LTE akan memudahkan peng­guna dalam mengakses beragam aktivitas online, seperti video streaming dan musik dengan kualitas yang lebih baik dan lebih efisien.

Layanan Telkomsel 4G LTE menggunakan frekuensi 900 MHz dengan lebar pita sebesar 5 MHz sehingga mam­pu memberikan kecepatan data akses mencapai 36 Mbps. Frekuensi yang digunakan Telkomsel mempunyai daya pancar yang lebih besar se­hing­ga penetrasi sinyalnya dapat menjangkau sampai ke dalam gedung atau rumah di area perkotaan dan menjangkau area yang jauh di luar area urban. Saat ini jaringan Tel­kom­sel 4G LTE yang men­cakup lebih dari 80% Jakarta dan hampir 100% kota Ban­dung. Telkomsel 4G LTE juga telah hadir di Surabaya, Medan dan Bali. Pada tahun 2019 ditargetkan Telkomsel meluas­kan layanan 4G LTE hingga ke 22 provinsi di seluruh Indonesia. (h/djamalis)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]