IKAPI Nilai Pemko tak Peduli Keamanan Pasar


Senin, 04 Mei 2015 - 19:08:29 WIB
IKAPI Nilai Pemko tak Peduli Keamanan Pasar

Dikatakannya, kecurigaan pedagang yang dia terima se­lama berada di Padang, bahwa pasar memang sengaja dibakar oleh pihak tertentu. Karena, pedagang menemukan bantal yang ada sumbunya. Maka polisi diminta harus mengusut tuntas persoalan ini.

Baca Juga : Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Pemko Padang Sidak Kehadiran ASN

“Ke depan, pemko diminta harus meningkatkan kemanan pasar dan pemko harus sadar, jika ingin memindahkan pe­dagang bermusyawarahlah dengan baik. Bagaimanapun, pedagang sudah menyumbang PAD bagi pembangunan Kota Padang, jadi jangan seenak hati pemko saja berbuat kepada pedagang,” terang Abdullah.

Ia juga meminta, pihak kepolisian untuk menuntasan persoalan ini dengan trans­paran. Karena itu, juga meru­pakan kredibilitas pihak ke­polisian. Abdullah Mansuri, juga meminta pemko mendata pedagang yang menjadi korban kebakaran.

Baca Juga : Libur Lebaran Usai, Dinkes Kota Padang: Masyarakat Harus Lakukan Tes Swab

Sementara Ketua Pemberi Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Padang, An juga me­minta pemerintah mengusut tuntas kebakaran itu. Namun, jangan sampai mengorbankan pihak yang tidak bersalah. “Harus diusut tuntas, namun jangan salah orang,” tutup An.

Pemko Harus Cari Dana Pusat

Untuk membangun Pasar Raya, jika pemko meng­harap­kan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), ma­ka tidak akan selesai. Pemko harus berusaha mencari ang­garan keluar dan mau berpikir, karena banyak anggaran di tempat lain.

Menurut Abdullah Man­suri, pemko lembek me­nanga­ni pembangunan pasar. Pa­dahal, ada program Ke­men­terian Per­dagangan dan Ke­men­terian Koperasi tentang revi­talisasi pasar dan per­kua­tan modal peda­gang pasar. Namun, sejauh ini pemko belum berbuat banyak untuk mengupayakan dana tersebut.

Ketua DPP Ikatan Peda­gang Pasar Indonesia (Ikappi) yang menjemput aspirasi pe­da­ga­ng Pa­sar Raya Padang teru­tama Inpres II dan Inpres III

“Pasar Raya merupakan jantung pereko­nomian kota, yang menjadi kunci sukses atau tidaknya peningkatan per­tum­buhan ekonomi masyarakat,” jelas Abdullah Mansuri.

Ikapi juga mengajak pihak terkait di Pasar Raya Padang untuk proaktif ‘jemput bola’ meraih program pusat, ter­hadap kemajuan Pasar Raya dan peda­gangnya. Menurut Mansuri, dia sudah ber­koor­dinasi langsung dengan Ke­men­terian Perdagangan, bah­wa pada tahun ini ada diang­garkan di APBN untuk dana revitalisasi pasar sebesar Rp 650 miliar. Kemudian di Ke­men­terian Koperasi juga di­ang­g­arkan bantuan perkuatan modal untuk UKM-UKM dan pedagang kaki lima (PKL).

Abdullah Mansuri me­minta, pemko untuk segera membuat proposal sebagai usaha mencari dana keluar dari APBD. “Karena, sejauh ini belum nampak usaha pemko dalam mencari anggaran itu. Padahal banyak angaran di pusat,” ujarnya.

Khusus untuk pem­bangu­nan Inpres II dan Inpres III, menurut Abdullah, pemko harus tuntaskan dalam dua tahun ke depan. Karena pe­dagang sangat membutuhkan lokasi berdagang yang nyaman.

Ninik, pedagang Inpres II yang saat ini masih di penam­pungan mengharapkan Pasar Inpres bisa cepat selesai. “Ha­m­pir lima tahun kami di pe­nam­pungan, kami sangat ber­harap Inpres cepat selesai,” urai Ninik.

Harapan senada juga di­utarakan Eka, pedagang Inpres III yang mengaku nasibnya tidak jauh berbeda dengan Ninik. Sebagai PKL di depan Bioskop Raya, kadang tidak banyak transaksi yang terjadi.

“Kami tidak memikirkan untung, karena kami hanya me­mikirkan makan sehari-hari sama sekolah anak. Maka­nya, dengan kedatangan Ikapi pusat ke Padang bisa mem­bantu un­tuk percepatan pem­bangunan Pa­sar Raya Padang,” tutup Eka. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]