Januari-April, 93 Kebakaran di Padang


Senin, 04 Mei 2015 - 19:10:34 WIB
Januari-April, 93 Kebakaran di Padang

Dengan fakta di atas berrati warga Kota Padang hampir setiap hari mendengar sirine mobil pemadam kebakaran dan melihat kendaraan bercat merah itu melaju kencang di jalan raya menuju lokasi kebakaran. Si jago merah memang nyaris setiap hari mengamuk di kota bengkuang. Objek yang terbakar beragam, seperti rumah toko (ruko), toko, rumah, kantor, bengkel, gudang, rumah makan dan lain sebagainya.

Baca Juga : Tingkatkan Koordinasi dan Sinergi, Menko Airlangga Terima Kunjungan Ombudsman RI

Setiap peristiwa kebakaran selalu saja mening­galkan duka bagi para korban. Di samping kehilangan harta benda dan dokumen-dokumen berharga seperti ijazah, sertifikat rumah, sertifikat tanah, piagam, penghargaan, paspor, BPKB, STNK, SIM  dan lainnya, terkadang korban juga kehilangan anggota keluar­ ganya, karena tewas terbakar. Tidak semua orang bisa menerima musibah kebakaran dengan hati sabar. Sebagian ada yang depresi, stress bahkan gelap mata dan mengambil langkah-langkah yang merugikan dirinya.

Fakta tingginya intensitas kejadian kebakaran di Ko­ta Padang mesti dapat perhatian khusus dari BPBD dan Damkar Kota Padang. Termasuk bagi Walikota-Wa­­kil Walikota Padang Mahyeldi-Emzalmi. Perta­nya­an penting yang menjadi PR bersama adalah “Mengapa sangat mudah terjadi kebakaran di Kota Padang?”

Baca Juga : Pemerintah Pantau Mobilitas Masyarakat untuk Cegah Kenaikan Kasus Covid-19

Penyebabnya memang macam-macam, ada karena  korsleting listrik, kompor meledak, lilin, api las, membakar sampah dan lain sebagainya. Namun kok bisa sesering itu kasus peristiwa kebakaran terjadi di Kota Padang? Apakah karena masyarakatnya ceroboh, suka main api dan sebagainya.

Karena korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran di Kota Padang, maka pihak-pihak yang terkait dengan perihal kelistrikan perlu memberikan perhatian serius atau bahkan ikut bertanggung jawab atas banyaknya kejadian kebakaran yang dipicu masalah kelistrikan. Meskipun jaringan listrik setelah meteran bukan lagi tanggung jawab PLN, tapi perusahaan itu tidak bisa lepas tangan begitu saja.

Perlu kiranya PLN memberikan pembinaan kepada relasinya untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Seperti konsuil, PPLN, biro listrik dan lainnya. Jika memang jaringan listrik di rumah-rumah penduduk, kantor, ruko  sudah lebih dari 10 tahun umurnya dan menurut ketentuannya harus diganti, atau diremajakan. Selain persoalan usia jaringan listrik, standarisasi kualitas bahan kelistrikan dan maintenancenya juga tak boleh diacuhkan begitu saja.

Tentu saja warga Kota Padang tidak ingin setiap hari ada saja kebakaran. Hari ini di daerah A, besok di sector B, C dan begitu seterusnya. Kerugian korban juga perlu ditekan seminim-minimnya. Caranya adalah de­ngan memaksimalkan mutu layanan mobil pema­dam kebakaran. Peremajaan mobil damkar juga sangat pen­ting dilakukan. Gunanya, agar fungsi mobil pema­daman kebakaran bisa optimal. Mitigasi terhadap kors­leting listrik juga perlu diberikan kepada masyarakat, sehing­ga ketika musibah itu datang nilai kerugian materi dan materi bahkan nyawa juga bisa diminimalisir. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]