Fauzi Bahar: MK-FB Mungkin Saja


Senin, 04 Mei 2015 - 19:16:59 WIB
Fauzi Bahar: MK-FB Mungkin Saja

Hanya saja, ulas Walikota Pa­dang dua periode ini, untuk kepas­tian tentu masih melihat kepu­tusan partai dan komitmen yang dibangun. Jika visi dan misinya untuk mema­jukan Sumbar sejalan, ia menilai kemungkinan itu tetap ada.

Baca Juga : 43 RT di Padang Dilarang Gelar Salat Ied, Ini Daftarnya

Pengamat Politik dari Univer­sitas Andalas (Unand) Aidinil Zetra mengatakan, FB dan MK sama-sama memiliki popularitas yang cukup tinggi, dan ditambah lagi dari hasil survei ke survei berikutnya tingkat popularitas keduanya mengalami peningkatan.

“Peningkatan ini tentunya mem­perlihatkan bahwa mesin politiknya yang berjalan bagus, meski popu­laritasnya cukup tinggi namun masih ada di atasnya Irwan Prayitno yang lebih tinggi,” ujarnya.

Baca Juga : Fenoma Pusat Perbelanjaan Bikin Macet, Pengamat: Perlu Kesadaran Semua Pihak

Namun demikian, kesuksesan pilgub tentunya juga ditentukan oleh faktor elektabilitas. Ketika keduanya digabung maka potensi mening­katnya elektabilitas akan tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas tersebut tentunya perlu kerja keras mesin politiknya, misalnya pemi­lihan tagline kampanye dari kedua­nya. Dalam artian, tagline yang dipilih harus sesuai dengan apa yang dicap publik selama ini pada FB atau MK.

“Misalnya FB memilih kata sang inspirator, ia harus mengetahui apakah masyarakat memang me­nilai­nya sebagai inspirator, begitu juga dengan MK. Jadi intinya, kali­mat yang ada dalam tagline tersebut harus sesuai dengan popularitasnya di masyarakat selama ini,” pung­kasnya.

Pengamat Politik dari Univer­sitas Negeri Padang (UNP) Eka Vidya Putra menilai, sulit mema­sangkan MK dan FB. Karena kedua­nya punya partai yang besar dan sama-sama ingin menjadi gubernur. “Dapat dilihat bahwa FB punya partai yang besar tentunya dia mau jadi gubernur, begitu juga dengan MK sudah dua kali Bupati Padang Pariaman, dan Wagub Sumbar seka­li,” katanya.

Namun demikian, menurutnya dalam dunia politik tidak ada yang tidak mungkin, keduanya bisa saja berpasangan maju pada pilgub men­datang. Tantangannya sekarang adalah, pada pilgub banyak maju aktor politik yang dibesarkan di daerah, berbeda dengan sebelumnya yang mayoritas calon dari pusat.

“Kandidat sekarang banyak dari kepala daerah tingkat II, dan mereka sudah mempunyai basis suara di daerahnya masing-masing. Dengan bermodalkan inilah calon dari daerah dapat berpegang, itupun kalau masa kepemimpinannya di­ang­gap berhasil oleh masyarakat,” jelasnya.

Kanaikan kelas bagi kepala daerah tersebut tentunya mem­punyai tantangan tersendiri, dan dampak dari pembatasan jabatannya sebagai kepala daerah yang hanya boleh dua kali menjabat. Tentunya para kepala daerah ini naik setingkat, dengan mendaftar pada pilgub.

Sebelumnya H Basrizal Koto menilai, MK jika berpasangan de­ngan FB akan menjadi kandidat terkuat memimpin Sumatera Barat periode 2015-2020. “Seperti yang diekspos oleh berbagai lembaga survei sebelumnya, MK adalah calon terkuat yang bisa mengalahkan IP. Dipasangkan dengan Shadiq atau calon lain, MK kuat. Apalagi kalau dipasangkan dengan FB, peluang pasangan ini untuk menang, sangat besar,” kata Basrizal Koto di Pa­dang, Jumat (1/5). (h/mg-rin/mat/erz)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]